Berhubungan Badan, Dua Wanita Cantik Ini Tewas Gara-Gara Perkataan Pedas

kasus-pembunuhan-wanita-muda

Dua kasus pembunuhan wanita muda dan juga kasus-kasus sama yang pernah terjadi seharusnya bisa menjadi pelajaran untuk kita semua agar selalu berhati-hati dalam bertutur kata. Ungkapan ‘Mulutmu Harimaumu’ tampaknya cocok dengan dua kasus pembunuhan tersebut. Keduanya punya motif yang sama, pelaku tersinggung dengan ucapan korban, Rabu (13/7/2016). Ungkapan ‘Mulutmu Harimaumu’ merujuk pada arti segala perkataan yang terlanjur dikeluarkan apabila tidak dipikirkan dahulu akan dapat merugikan diri sendiri.

Ungkapan tersebut dinilai gambarkan peristiwa tragis yang terjadi pada dua wanita muda nancantik. Wanita pertama bernama Alika (23) ia ditemukan tewas di Hotel Elysta pada Selasa (12/7/2016) lalu. Mayat tersebut ditemukan tanpa busana, bersimbah darah dengan leher tergorok nyaris putus, serta perut yang robek dengan usus terburai. Sementara Farah Nikmah Ridhallah (24) seorang pegawai bank swasta mayatnya ditemukan berada di dalam kardus di kolong tol Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Ejekan Bau Badan dan Tubuh Seperti Kingkong

Pada kasus Alika Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono menjelaskan kronologis pembunuhan sadis tersebut. Ia menjelaskan, pelaku tersinggung dengan perkataan korban yang mengatakan dirinya bau dan berbulu. “Saat berhubungan badan, pelaku tersinggung karena dikatain oleh korban bau badan dan badan berbulu kayak kingkong,” ujar Awi, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (13/7/2016). Tersinggung dikatakan seperti itu, pelaku kemudian menusuk perut dan leher korban berkali-kali hingga korban tewas bersimbah darah.

“Kemudian, pelaku mengambil pisau dan menusuk perut korban sebanyak 9 kali serta bagian leher berkali-kali,” tuturnya, dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (14/7/2016). Awi menambahkan, usai membunuh korban, pelaku pun tega mengambil barang milik korban. “Setelah melakukan pembunuhan, pelaku mengambil barang-barang korban serta motor korban,” jelasnya. Pelaku pun kemudian membuang barang bukti di daerah Jakarta Utara dan melarikan diri ke daerah Cimahi, Jawa Barat.

“Pelaku membuang pisau didaerah Bulog, Jakarta Utara, selanjutnya menggunakan motor korban dengan tujuan rumah saudara di daerah Cimahi, Jawa Barat,” tandasnya. Sebelumnya, sesosok mayat ditemukan di salah satu kamar Hotel Elysta yang terletak di wilayah Koja, Jakarta Utara, Selasa (12/7/2016). Mayat tersebut ditemukan tanpa busana, bersimbah darah dengan leher tergorok nyaris putus, serta perut yang robek dengan usus terburai. Mayat tersebut ditemukan oleh pegawai hotel karena kecurigaan pada salah satu tamu hotel yang diduga merupakan teman kencan korban yang pergi hanya mengenakan celana panjang dan bertelanjang dada menuju parkiran.

Kamu Kok Keluarnya cepet, Ngapain diterusin Lagi?

Sementara itu pada pembunuhan Farah Nikmah Ridhallah, Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Yuldi Yusman menuturkan kronologis kejadian keji yang dilakukan Calvin Soepargo, warga Pademangan. Jakarta Utara. “Pelaku baru janjian dengan korban untuk bertemu di apartemen pelaku setelah menghubungi via telepon dan whatsapp pada Jumat, 8 Juli 2016. Kemudian setelah tiba, pelaku dan korban naik ke kamar dan melakukan hubungan intim,” ujar Yuli.

Menurut keterangan, korban diimingi imbalan Rp 4 juta oleh pelaku dan korban berinisial F tersebut tidur hingga keesokan harinya. “Keesokan harinya pelaku dan korban sempat makan siang dan pelaku masih mengajak korban untuk kembali berhubungan badan namun korban menolaknya,” ujarnya. “Kamu kok keluarnya cepet, ngapain diterusin lagi? Lagian saya juga sudah dicari orang tua saya,” ujar Yuldi menirukan perkataan korban berdasarkan keterangan pelaku yang berbisnis sarang burung walet ini.

Pelaku kecewa dan tersinggung atas ucapan korban hingga akhirnya memukul bagian kepala belakang korban hingga terjatuh lalu dicekik. “Akhirnya korban meninggal, lalu dimasukkan ke box plastik dialaskan sprei kemudian dikasih kapur barus, dilakban rapi dan diikat tali hingga akhirnya dibuang ke kolong tol dengan troli dari apartemen,” katanya.

loading...