Beri sinyal maju Pilgub DKI lewat PDI-P, Ini 6 sikap ‘Teman Ahok’

TemanAhok

Ahok yang sebelumnya yakin akan maju Pilgub DKI 2017 lewat jalur independen, kini justru menjadi galau dan memikirkan untuk serius menerima tawaran PDI-P. Sementara itu, TemanAhok yang sudah mengumpulkan 750 ribu KTP sebagai dukungan untuk Ahok maju di jalur independen, kini ahkirnya memutuskan mengambil sikap. Pada Kamis 25/2/2016 sore, Ahok sempat mengutarakan keinginan untuk meju Pilgub DKI lewat parpol dengan dukungan PDI-P. Walaupun kenyataannya belum bersikap, namun Ahok menyatakan akan lebih baik jika bergabung ke PDIP.

“Ya saya katakan, kalau Teman-teman Ahok bisa penuhi satu juta (KTP dukungan), kita harus menghargai mereka. Cuma kalau bisa ikut dengan PDIP alangkah baiknya ikut PDIP juga kan mereka kan,” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, dikutip laman DetikNews, Kamis (25/2/2016). Pernyataan tersebut memicu reaksi. Teman Ahok jadi tempat bertanya para pendukung Ahok soal kepastian jagoannya maju lewat jalur Independen.

Pernyataan sikap pun dikeluarkan. Berikut 6 poin pernyataan sikap Teman Ahok terkait isu Ahok akan maju Pilgub lewat jalur parpol: Selamat malam teman-teman, malam ini beredar berita yang membuat telepon kami tak berhenti berdering dan pesan tak henti masuk terkait statement Ahok. Ada beberapa hal yang hendak kami sampaikan terkait pilihan independen atau lewat jalur parpol bagi Gubernur Ahok, yang semakin banyak menyebutkan nama Teman Ahok.

Baca:   Golkar Ikuti Jejak Nasdem dan Hanura Dukung Ahok di Pilgub DKI 2017

1. Teman Ahok bukan partai politik, tak punya kepentingan di balik majunya atau terpilihnya Ahok jadi Gubernur. Kami bukanlah partai politik, jadi tak punya mekanisme tawar menawar seperti dan sebagaimana parpol. Kami secara tulus disatukan keinginan bahwa Pak Ahok harus menjadi Gubernur periode ke-2.

2. Teman Ahok tak punya kekuatan politik. Kami cuma punya 730 ribu KTP warga DKI yg dikumpulkan dan KTP tersebut BUKAN milik Teman Ahok. KTP tsb hanya titipan dari kepercayaan warga ke Pak Ahok, bukan kepada kami.

3. Dibentuknya Teman Ahok pada awalnya adalah kekhawatiran Ahok tidak akan didukung oleh Parpol-parpol. Kami bukan anti-parpol sebagai wadah politik yang sah. Tapi kami sadar juga, jika parpol tidak memperjuangkan Ahok, kami sebagai warga juga bisa memperjuangkan beliau. Semoga ini bisa menjadi pelajaran kepada Parpol agar lebih mendengarkan suara warga ketimbang elite saja.

4. Karena kami tidak ada kepentingan, dan KTP ini hanya titipan warga, kami tetap akan memberikan KTP tersebut nanti kepada Pak Ahok. Pilihan maju independen atau lewat Parpol adalah Hak Pak Ahok. Dan jika kami dilibatkan oleh Pak Ahok dalam negosiasi atau pemilihan wakil dan lain-lain, hal tersebut merupakan kebaikan dan kebijaksanaan Pak Ahok sendiri. Kami tidak menuntut hal tersebut. Namun memang sampai saat ini belum ada komunikasi terkait hal tersebut.

Baca:   Ssst! Besok KPK Lapor Hasil Penanganan Sumber Waras ke DPR, Nasib Ahok ditentukan?

5. Karena maju atau tidaknya Pak Ahok lewat Independen adalah hak beliau sendiri, kami hanya akan meminta setiap keputusan yang diambil nanti dicarikan jalan komunikasi yang tepat. Entah kepada parpol (jika lewat independen), atau kepada ratusan ribu pemilik KTP (jika lewat jalur parpol). Pilihan jalur hendaknya tidak kontraproduktif terhadap tujuan utama, yaitu Pak Ahok jadi Gubernur lagi.

6. Sikap kami, Teman Ahok, sebelum keputusan tersebut final adalah tetap mengupayakan Pak Ahok maju lewat jalur Independen. Bukannya kami tidak percaya Pak Ahok memerintah akan bisa independen (track record telah membuktikan sendiri independensi beliau tak tunduk pada partai), tapi menurut kami pilihan independen akan sangat bagus untuk demokrasi Indonesia. Jalur independen di Jakarta sebagai etalase bangsa akan memupuk kesadaran dari masyarakat Indonesia yang mulai patah semangat dengan perpolitikan di Indonesia.