Biadab, Gadis 13 Tahun Dicekoki Minuman Keras Cap Tikus Lalu ‘Dipakai’ Ramai-Ramai

ilustrasi-perkosaan

Sungguh malang nasib gadis 13 tahun berinisial PM, warga Kecamatan Tikala, Manado. Ia diecekoki minuman keras cap tikus lalu ‘dipakai’ ramai-ramai oleh 3 orang pemuda. Kejadian tersebut terjadi pada 13 Agustus 2016 silam dan sempat dilaporkan orangtua korban ke polisi di bulan September dengan satu orang tersangka.

Beberapa waktu kemudian, korban akhirnya buka mulut jika dia diperkosa tiga orang pemuda dan kembali dilaporkan orangtuanya pada Kamis (20/10/2016) sore. Saat berada di Mapolresta Manado, korban mengaku jika pelaku berjumlah tiga orang masing-masing berinisial BCP, BK, dan JK. “Awalnya, saya diajak ke rumah teman tak jauh dari rumah saya. Ketika sampai di sana, mereka bertiga sudah ada di rumah tersebut,” jelas korban.

Baca:   Mengerikan! 75 Persen Wanita di Negara Ini Jadi Korban Pemerkosaan, Turis Wajib Waspada

Dia pun dipaksa meminum minuman jenis Cap Tikus bercampur obat tertentu oleh tersangka JK. Korban berusaha menolak namun para pelaku semakin beringas. Mereka terus memaksa bahkan menuangkan langsung minuman ke mulut korban. Beberapa saat kemudian korban mabuk dan tak sadarkan diri.

“Saat mabuk saya masih ingat dituntun JK ke dalam kamar namun saya tak ingat apa yang terjadi selanjutnya. Saat tersadar celana saya sudah tidak ada sementara sudah bukan JK yang menindih tubuh saya,” ujarnya, dikutip dari merdeka.com. Keesokan hari, korban dijemput ibunya. Saat melihat kondisi anak kesayangannya, sang ibu curiga dengan adanya tanda merah di leher korban. Saat itu, para pelaku sudah melarikan diri.

Baca:   Waduh! Uji Ilmu Hitam, Dokter Cantik Jadi Korban Perkosaan di Papua

“Ketika saya tanyakan hal itu, dia mengatakan sudah diperkosa oleh JK dan langsung dilaporkan ke Mapolresta Manado di bulan September lalu. Namun kasus ini saya laporkan lagi karena anak saya mengaku ada pelaku lain lagi selain JK,” terang ibu korban. Kasubag Humas Polresta Manado AKP Rolly Sahelangi ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kasus ini sudah ditangani oleh bagian PPA.

“Laporannya sudah kami terima, dan kasus ini telah ditangani oleh Unit PPA,” jelas Sahelangi.