BPJS Kesehatan bangkrut? Ini jawaban Presiden Jokowi

JHT-BPJS

Menanggapi pemberitaan terkait masalah BPJS Kesehatan dan juga masalah distribusi kartu sakti, Presiden Joko Widodo melakukan konfrensi pers singkat. “Ini klarifikasi persoalan BPJS Kesehatan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat,” kata Presiden saat membuka konfrensi pers di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (10/03/2016). Presiden selanjutnya meminta Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris untuk menjelaskannya pokok persoalan yang sebenarnya.

“Untuk lebih jelasnya, saya persilahkan Ibu menteri dan Pak Dirut,” kata Jokowi yang langsung meninggalkan tempat konpers. Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengungkapkan Presiden menyoroti dua hal, yakni masalah pemberitaan yang menyebut BPJS Kesehatan kolaps dan masalah distribusi Kartu Indonesia Sehat. “Clear, pemberitaan BPJS Kesehatan kolaps tidak benar adanya,” ucap Fachmi Idris, dikutip Rimanews.com. Dia mengungkapkan bahwa Presiden memberi perhatian agar pemberitaan tersebut tidak menjadi opini yang membuat resah masyarakat, teruma rumah sakit dan tenaga kesehatan.

Baca:   5 Hal Yang Akan dilakukan Jokowi-JK Untuk Menggenjot Kinerja PNS

“Kami ingin tegaskan transit (perputaran keuangan) kita antara pemasukan dan pengeluaran itu balance (seimbang) dan nonproblem (tidak masalah),” ujarnya. Fachmi menjelaskan pemasukan BPJS ada dua, yakni dari iuran dan sumber dana lainnya. Dia mengakui bahwa pemasukan iuran masih dibawah rekomendasi dari Dewan Jaminan Nasional, artinya masih dibawah harapan. Namun, lanjutnya, BPJS Kesehatan tidak akan menaikan besaran iuran sebelum masyarakat merasakan manfaat yang lebih dari pelayannnya.

Baca:   Daftar 20 Orang Terkaya Se-Jagat Tahun 2015

Facmi juga menegaskan pihaknya tidak akan mengurangi manfaat yang diberikan agar tidak menimbulkan permasalahan sosial yang lebih besar. Terkait distribusi kartu, Menko PMK Puan Maharani mengakui ada keterlambatan pendistribusian kartu sakti (Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Harapan) karena pihaknya melakukan perbaikan teknis. “Insya Allah pendistribusian KIS sudah 90 persen. Insya Allah Maret-April selesai,” imbuh Puan.

Dia juga mengatakan pihaknya telah melakukan validasi data penerima kartu yang terupdate dan hanya memberikannya pada keluarga yang benar-benar berhak. Sedangkan untuk Kartu Indonesia Pintar, kata Puan, April sudah terdistribusi semua sehingga pada Juni-Juli para siswa sudah bisa merasakan manfaatnya. “Kartu Indonesia Pintar hanya diterbitkan satu kali dalam satu tahun, yaitu saat kenaikan kelas,” ungkap Puan.

Baca:   5 Rahasia Menjual Rumah Agar Cepat Laku dan Menguntungkan

Sedangkan Menteri Sosial Khofifah mengatakan pihaknya saat ini melakukan ketelitian data penerima kartu saksti yang dimiliki Kementerian Sosial. Dia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah memberikan KIS sebanyak 92,4 juta, di mana 92 juta merupakan penduduk yang kurang mampu dan 400 juta diberikan kepada bayi yang baru lahir dari keluarga kurang mampu. Khofifah berharap perekonomian Indonesia cepat pulih sehingga prosentase pembagian KIS ini bisa meningkat dan semua penduduk kurang mampu mendapatkannya.

loading...