Bu Guru sibuk kuda-kudaan dengan Pak Kades di siang bolong, siswa terlantar

selingkuh

Seorang guru punya kewajiban untuk mengajar anak didiknya di sekolah, namun guru yang satu ini justru mengerjakan kewajiban lain. Guru berinisial YP, seorang oknum guru SD di di Kecamatan Tabukan, Kabupaten Sangihe (34) justru sibuk melakukan adegan intim dengan Pak Kades di siang bolong. Sebagai akibatnya, para siswa menjadi terlantar karena ibu gurunya sibuk merem melek dengan orang lain yang bukan suaminya.

Apes, wanita berkulit sawo matang ini, tertangkap basah sedang asyik berhubungan badan dengan oknum Kepala Desa berinisial AS (40-an). “Menurut informasi dari tetangga, istri saya tertangkap bersama Kapitalaung lagi berhubungan badan. Saya pertama tidak percaya dengan berita itu, tapi setelah saya menanyakan ke istri, dia mengakui telah melakukan hubungan badan dengan Opolao (Kades),” ungkap MS suami dari guru tersebut seperti dilansir Pojoksatu.id.

Hal itulah yang menjadi suami ibu guru ini memberanikan diri datang ke Pemkab Sangihe mengadukan perihal perbuatan dilakukan YL. Ia berharap ada sanksi tegas diberikan kepada kedua pelaku. Apalagi keduanya masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkab Sangihe.

Baca:   Tega! Ibu dan pasangan kumpul kebo pakasa anak makan ikan beracun

“Saya minta ada sanksi berat bagi keduanya. Sebab bagaimana pun mereka merupakan PNS telah mencoreng nama baik pemerintahan di Sangihe. Selain itu juga kasus perzinahan ini telah saya laporkan ke Polres Sangihe untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Sarindat dengan nada kecewa. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sangihe Edwin Roring mengatakan, langkah tegas akan dilakukan Pemkab bila terbukti mereka melakukan perbuatan itu.

Baca:   Wow! Santriwati Ngaku Bikin Video Panas dengan Ustadz dan 3 Santriwati Lainnya

“Perbuatan ini sangat memalukan kita semua. Untuk itu kami akan melakukan tindakan tegas kepada para pelaku. Sebab hal seperti ini sudah sering terjadi namun seakan tidak pernah digubris,” ujar Roring.

“Saya meminta kepada instansi teknis dalam hal ini dinas Dikpora dan BKD untuk menindak tegas para PNS yang melakukan perbuatan tercela yang imbasnya terhadap pemerintah dan anak didik, mengingat pelaku merupakan salah satu tenaga pendidik dan pemerintah kampung,” tegas Roring.