Buka Warung Untuk Keperluan Syuting, Bu Saeni diserang Netizen

Warung Bu Saeni

Sepertinya polemik tentang Bu Saeni, pemilik warung yang sempat bikin heboh karena dirazia paksa oleh Satpol PP kota Serang terus berlanjut. Kali ini, Bu Saeni kembali bikin netizen marah karena membuka warung pada pagi hari untuk keperluan syuting. Sejumlah netizen yang tidak suka dengan bu Saeni justru menyerangnya, apa lagi karena ada artis yang sedang sarapan saat proses syuting tersebut.

Akun Facebook Novi Sugiawan membongkar proses syuting sebuah televisi yang dianggap kembali menyulut warga Kota Serang. Novi Sugiawan juga mengunggah foto-foto bagaimana artis Ruben Onsu yang menjadi host syuting ini asyik makan di warung Bu Saeni. Padahal, hari masih pagi di warung Bu Saeni. Berikut postingan Novi Sugiawan di Facebooknya sambil menyertakan foto-foto proses syuting, termasuk foto Ruben Onsu yang asyik makan di warung Bu Saeni.

Baca:   Heboh! Video Seks Yang Direkam 6 Tahun Lalu Muncul di Situs Porno

Mari kita lihat bukti dan fakta yg saya dapatkan pagi ini. Apakah ini real atau di atur sesuai settingan? Camera rolls, Action!

Pagi ini tanggal 18 juni 2016 sekitar pukul 07.00, ramadhan penduduk kota serang, khusus nya warga cikepuh di kejutkan oleh salah satu media nasional TRANS TV melakukan syuting di warung bu saeni, dengan tanpa rasa bersalah dan tanpa menghormati kaum muslimin yg sedang berpuasa di bulan ramadhan, dengan santai dan nikmatnya para host (Ruben Onsu dan kawannya) menyantap makanan warteg bu saeni yg sedang dalam kontroversi, baru saja semalam saya menginvestigasi, pagi nya bu saeni sudah berani berbuat culas. Kami warga serang banten menuntut pihak TRANSCORP untuk meminta maaf atas kejadian ini dan kami meminta untuk tidak ditayangkan acara yg memuat RUBEN ONSU dengan Ibu saeni yg berakting di warteg milik ibu saeni. Kami warga cikepuh khusus nya kecewa dengan tindakan TRANSTV dan menuntut agar pihak TRANSTV dan Ibu saeni meminta maaf di hadapan publik khususnya kaum muslimin di indonesia, jika tidak di indahkan Kami akan melaporkan ke Polda Banten atas dasar pelanggaran perda dan Pelecehan dan penistaan agama, serta kami akan melaporkan hal ini ke KPI. Dan Ibu saeni kami akan menuntut atas dasar penistaan agama dan pembohongan publik. Ada apa dengan kalian semua tentang Perda syariah? Apakah ini agenda susulan settingan untuk melemahkan Perda syariah di Indonesia?

Salam perjuangan
Ketua Umum PEMUDA LIRA DPW Banten
Novis Sugiawan, S.Sos.i