Bukan Karena Menabrak Karang, Ini Penyebab Sebenarnya Kapal Titanic Tenggelam

Meskipun tenggalam pada ratusan tahun lalu, yakni pada tahun 1912 silam, namun hingga saat ini kapal Titanic masih menjadi topic menarik untuk didalami penyebabnya. Baru-baru ini, para ahli mengungkapkan tenggelamnya kapal tersebut disebabkan oleh kebakaran yang tak terkendali pada lambung kapal, bukan karena menabrak gunung es seperti yang selama ini dipercayai.

Bukti analisis baru menunjukkan sebuah foto diambil wartawan bernama Senan Molony yang telah menghabiskan lebih dari 30 tahun untuk meneliti sebab tenggelamnya kapal Titanic. Foto itu menunjukkan sebuah tanda hitam sepanjang sembilan meter di sepanjang sisi kanan depan bagian lambung kapal, tepat di belakang di mana permukaan kapal tertabrak oleh gunung es. Foto tersebut kemudian dipelajari oleh para kepala insinyur kelistrikan kapal.

Baca:   Injak Al-Quran, Remaja di Tulungagung Ditangkap Polisi

“Kami melihat permukaan tepat di mana kapal menabrak gunung es, dan kapal itu juga tampaknya memiliki kerusakan di tempat lain karena terbakar,” kata Molony seperti dilansir dari laman merdeka.com, Selasa (3/1/2017).

Para ahli telah mengonfirmasi bahwa tanda tersebut kemungkinan disebabkan oleh kebakaran di tempat bahan bakar di belakang ruang boiler kapal. Sebanyak 12 pria yang tergabung dalam tim pemadam kebakaran telah berusaha memadamkan api. Namun api tersebut menyebar tak terkendali hingga suhunya mencapai 1.000 derajat celcius. Selanjutnya, kapal pun menabrak gunung es hingga permukaan kapal hancur.

Baca:   Aliran Panjalu Siliwangi Larang Pengikutnya Puasa, Halalkan Seks Bebas

Hasil penelitian ini telah disiarkan dalam video dokumenter di Channel 4 tepat di hari Tahun Baru. Dokumenter tersebut bertajuk ‘Bukti Baru Titanic’.

“Tidak ada yang menyelidiki tanda ini sebelumnya. Ini benar-benar mengubah sejarah. Ahli metalurgi juga mengatakan bahwa tingkat suhu tinggi dapat menyebabkan baja menjadi rapuh dan mengurangi kekuatannya hingga 75 persen. Hal itu disebabkan oleh api yang menyulut kapal,” pungkas Molony.