Cap jempol darah anak yatim Luar Batang, Ahok: Bullshit!

Basuki alias Ahok

Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pengusuran di Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Meski baru rencana, sejumlah warga Luar Batang sudah siap-siap melakukan perlawanan dengan menggalang cap jempol darah anak yatim piatu. Mengetahui adanya penggalangan cap jempol yang menggunakan darah anak yatim, Ahok pun meluapkan emosinya.

“Silakan saja (galang gerakan), kita tidak ada cerita cap jempol darah. Saya tetap tertibkan yang tinggal d atas laut, bukan mau tertibkan yang di daratan,” ujar Ahok sapaan karibnya, di Balai Kota Jakarta, dikutip Rimanews.com, Selasa (29/03/2016). Ahok pun heran mengapa ada gerakan yang tega memanfaatkan anak yatim untuk melawan kebijakan pemerintah.

Baca:   Kembali dipanggil KPK, Ini Tanggapan Ahok

Gerakan itu diketahui digalang langsung Ketua Badan Pembinaan Yatim Piatu (BPYP) Rifai Bakri dengan alasan tidak mau 200 anak asuhnya kena gusur. Pengumpulan cap jempol darah ini turut mengajak warga Luar Batang. “Kalau yatim piatu dari soal makan kita urus, itu kan urusan kedua. Kalau gitu saya mau pelihara 1000 anak yatim piatu, saya mau kuasain monas boleh enggak? 1000 loh anak yatim piatu,” imbuh dia.

Baca:   "Kami melebihi hat-trick ya, Pemprov DKI Jakarta Dapat 4 Penghargaan Sekaligus"

“Saya pelihara 1000, tapi monas kasih saya, termasuk balai kota kasih saya, 2.000 saya tanggung anak yatim piatu, boleh enggak 2000? saya mau dudukin monas, enak aja lo! bullshit aja itu!” tegas Ahok setengah berteriak.

loading...