Cari muka ingin terapkan syariat Islam di DKI, Sanusi ternyata tidak suci

Mohamad Sanusi

Salah satu bakal calon gubernur DKI Jakarta untuk Pilkada DKI Jakarta 2017 yang juga politisi partai Gerindra, Mohamad Sanusi, mengaku ingin menerapkan Syariat Islam di Jakarta apabila terpilih dalam Pilkada DKI 2017. Namun, keinginan tersebut sepertinya hanya dijadikan kedok semata dengan tujuan untuk menarik simpati umat mayoritas di Jakarta. Kok bisa seperti itu?

Baca:   KPK akan panggil Ahok terkait kasus suap reklamasi

Pasalnya, pada semalam, Kamis (31/02/2016), Anggota DPRD DKI Jakarta yang juga politisi partai Gerindra itu ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, jika betul-betul ditegakkan hukum Islam, tangan dia bisa dipotong. Sanusi mengatakan, Jakarta tak hanya berperan sebagai ibu kota negara, melainkan juga pusat pemerintahan, ekonomi, budaya, dan metropolitan.

Baca:   Menolak Berhubungan Seks, Suami Boleh Pukul Istri

Oleh karena itu, penting untuk mencari formula yang tepat, meskipun tidak seperti sistem Syariat di Aceh.

“Mengangkat kondisi yang lebih baik, wajar saja. Tapi, ini bukan syariat seperti di Aceh, bukan. Syariat yang membuat Jakarta jadi lebih kondusif lagi. Gubernur yang dulu-dulu muslim, tidak ada apa-apa, berjalan baik atau ramai-ramai. Itu yang diharapkan pada umumnya,” kata Sanusi, dikutip Rimanews.com, Jumat, (25/03/2016) semingu lalu.

Baca:   Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Bukti Margiet Sebagai Pembunuh Angeline

Mimpi Sanusi bertarung di Pilkada DKI 2017 bakal pupus karena berususan dengan KPK. Dia diduga terlibat persekongkolan untuk penghentian pengusutan kasus korupsi. Sanusi saat ini menduduki posisi Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

loading...