Cari pesawat MH370, tim temukan bangkai kapal berumur 200 tahun lebih

bangkai-kapal

Sudah hampir 2 tahun pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang. Pesawat yang membawa 239 orang itu hilang pada Sabtu 8 Maret 2014 silam saat terbang dari Malaysia menuju China. Semenjak hilang sampai sekarang pesawat tersebut masih terus dilakukan pencarian. Salah satunya dari kru kapal Havila Harmony yang hingga kini terus berusaha menemukan pesawat nahas itu. Namun, sebuah kejadian mengagetkan terjadi saat para kru kapal tersebut tiba-tiba menemukan objek misterius.

Mulanya para awak kapal merasa tegang karena mereka menemukan sebuah objek yang dikira bangkai pesawat MH370. Tapi, ternyata dugaan mereka salah, mereka justru menemukan benda yang tidak kalah berharganya. Kapal Havila Harmony itu menemukan bangkai kapal yang kondisinya masih sangat baik dalam dasar laut Samudera Hindia sebelah selatan. Joint Agency Coordination Centre (JACC) kemudian merilis gambar-gambar temuan Havila Harmony yang dikira adalah MH370 itu, pada Rabu (13/1/2016).

Baca:   Diduga Terkait Dengan Kesaksian Palsu di Sidang Ahok, Habib Novel Dilaporkan Ke Polisi

“Pada 19 Desember 2015, saat melakukan pencarian MH370, sonar Havila Harmony melakukan kontak karena berhasil menangkap sesuatu di dasar laut. Setelah gambar terkirim, kami melihat sesuatu seperti kapal karam,” tulis pernyataan JACC seperti dikutip dari Liputan.com. “Kami segera meminta Havila Harmony untuk mencari tahu dengan menggunakan AUV atau Autonomous Underwater Vessel. Pada 2 Januari 2016, AUV memberi citra dengan resolusi tinggi, mengonfirmasi bahwa temuan di bawah laut adalah sebuah bangkai kapal,” lanjut JACC.

Awalnya mereka mengira itu adalah bangkai MH370, namun setelah diteliti oleh Shipwreck Galleries of Western Australian Museum, kurator ahli mengatakan bahwa citra itu merupakan bangkai kapal baja atau besi yang pernah beroperasi pada Abad ke-19. “Temuan ini tak kalah penting, namun kami akan tetap mencari MH370. Adapun masa pencarian akan berakhir pada pertengahan tahun ini,” lanjut pernyataan JACC.

Baca:   Gak Masuk Akal! ABG Ini Sampai Nekat Mau Bunuh Diri Jika Hari Velentine Tidak Dapat Pacar

Hingga saat ini, keluarga dari 154 warga China dan Taiwan masih menolak pernyataan resmi dari pemerintah Malaysia mengenai nasib maskapai itu. Mereka percaya orang-orang yang dikasihinya itu masih hidup. Mereka juga menolak temuan flaperon di Pulau Reunion pada Juli tahun 2014 lalu merupakan bagian dari pesawat malang tersebut.