Cerita Andi Taufan Tiro ‘Tersenggol’ Janda Cantik Penyuka Dildo

Janda Cantik

Politikus muda Andi Taufan Tiro sedang menjalani periode kedua sebagai salah satu anggota DPR RI. Lulusan Universitas Hasanuddin Makassar itu, sebetulnya, termasuk politikus muda berbakat yang digadang-gadang dapat menggantikan posisi para pendahulunya. Namun, keserakahan rupanya membuat dia lebih menjadikan Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, Muhammad Nazarudiin, Andi Mallarangeng, dan Patrice Rio Capella sebagai contoh, bukannya kejujuran pejuang hukum asal kampung halamannya, Baharudin Lopa.

Penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Andi Taufan Tiro sepertinya menjadi bukti apa yang diucapkan anggota Komisi V DPR dari fraksi PDI-Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti. Janda cantik yang dikabarkan suka minta oleh-oleh dildo warna ungu kepada kolega di Senayan ini sebelumnya sesumbar akan menyeret anggota DPR yang lain. “Nanti ya. Biar waktu yang menjawab (aliran suap kepada Komisi V),” kata Damayanti saat mengenakan rompi tahanan KPK untuk pertama kali Januari lalu, dikutip dari Rimanews.com, Jumat (29/4/2016)

Andi Taufan Tiro disebut menerima uang senilai total Rp7,4 miliar dari bos PT Windhu Tunggal Utama, perusahaan konstruksi di Ambon, Abdul Khoir. Sebagaimana Damayanti yang sudah lebih dulu ditangkap tangan pada 13 Januari 2016, Andi diminta sudi ikut membantu meloloskan proyek rekonstruksi jalan di Maluku dan Maluku Utara yaitu jalan Wayabula-Sofi senilai Rp30 miliar dan peningkatan Wayabula-Sofi sebesa Rp70 miliar.

Baca:   Pembunuh PNS Janda Cantik Asal Pontianak Ternyata Tukang Cuci Motor

Serakah dan doyan duit haram, Andi minta fee sebesar 7 persen dari jumlah proyek yaitu Rp7 miliar. Pemberian uang pertama dilakukan pada 9 November 2015 untuk proyek pembangunan jalan Wayabula-Sofi sebesar Rp 2 miliar yang diberikan melalui tenaga ahli anggota DPR Komisi V dari fraksi PAN Yasti Soepredjo Mokoagow bernama Jailani di sekitar Blok M. Keesokan harinya, Jailani menyerahkan kepada Andi Taufan Tiro di belakang kompleks perumahan DPR Kalibata sekitar pukur 02.00 WIB Kemudian pada 9 November 2015.

Selanjutnya, Abdul Khoir menyerahkan Rp2 miliar yang ditukar menjadi 206.718 dolar Singapura di ruang kerja Andi di gedung DPR. Abdul Khoir kembali mengeluarkan Rp2,2 miliar untuk pembayaran fee proyek peningkatan jalan Wayabula-Sofi melalui Jailani di kompleks perumahan DPR. Namun, uang dipotong Rp300 juta sehingga hanya Rp1,9 miliar yang diserhakan ke Andi Taufan Tiro. Terakhir penyerahan uang pada 1 Desember 2015 sebesar Rp1,5 miliar yang diserahkan melalui Imran Djumadil dan Yayat Hidayat di warung tenda roti bakar depan makam pahlawan Kalibata Jakarta Selatan.

Baca:   Langgar wilayah Israel, Jet tempur Rusia tidak ditembak seperti yang dilakukan Turki

Abdul Khoir awalnya kepincut untuk memenangkan proyek karena informasi dari Andi Tiro bahwa DPR mempunyai program aspirasi. Keduanya bersekongkol supaya program tersebut diarahkan untuk pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara. Andi bertugas mengamankan proyek dalam pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKA K/L), sekaligus memenangkan perusahaan Abdul Khoir, PT Windhu Tunggal Utama (WTU).

Permufakatan iblis ini berantakan karena Abdul Khoir tertangkap tangan KPK dalam upayanya menyuap anggota DPR lain, yakni janda cantik yang memperindah payudaranya dengan operasi plastik Damayanti Wisnu Putranti (DWP) di kantor WTU di Jakarta. Tak mau dipenjara sendirian, si janda cantik tentu cuap-cuap. Tersenggollah si bangsawan Bugis Andi Taufan Tiro. Presiden AS era 1901-1909 Theodore Roosevelt pernah mengatakan,”Orang yang tak pernah sekolah akan mencuri gerbong kereta; tapi, jika dia alumnus universitas, di akan mencuri seluruh kereta api.”