Cerita mengharuhkan bocah 7 tahun rawat ayahnya yang lumpuh

bocah-7-tahun

Merawat orang tua sendiri memang sudah kewajiban seorang anak. Namun, bocah 7 tahun di kota Guizhou ini seharusnya belum saatnya untuk melakukan tanggung jawab besar itu. Namun keadaan yang telah memaksanya untuk melakukan tugas mulia itu, meskipun umurnya masih sangat belia dimana anak seusianya masih senang bermain bersama teman-temannya.

Dengan setia dan penuh kasih, ia merawat ayahnya yang divonis dokter lumpuh. Menurut informasi yang dilansir dari laman Kompas.com, Senin (2/11/2015), Ou Yanglin rajin bangun pagi pada pukul 06.00 untuk mempersiapkan makanan bagi ayahnya, Ou Tongming, sebelum kemudian berangkat ke sekolah untuk belajar.

Sehabis pulang sekolah, bocah itu segera pulang ke rumah untuk menyuapi ayahnya. Sehabis mengurus ayahnya, ia kemudian melanjutkan pekerjaannya memulung barang-barang bekas yang dapat dijual untuk mendapatkan uang. “Ayah saya memerlukan obat, tetapi saya tidak punya uang, makanya saya harus bekerja,” kata bocah tangguh itu.

Baca:   Heboh! Ingin Dapat Liburan Gratis, Gadis Ini Lakukan Hubungan Seks dengan 24 Pria

Dia dapat mengumpulkan 20 yuan (sekitar Rp 43.000) sehari. Setelah memulung, dia pulang ke rumah untuk mempersiapkan makan malam dan mengolesi ayahnya dengan obat. Bocah itu melakukan hal tersebut sejak ibunya meninggalkan ayahnya begitu saja. Ou Tongming, seorang pekerja konstruksi, mengalami kecelakaan dua tahun lalu ketika terjatuh dari lantai dua bangunan rumah yang dibangunnya.

Dia divonis menderita patah tulang belakang yang mengakibatkan lumpuh dari pinggang ke bawah. Perawatan yang dijalani tidak kunjung menyembuhkannya. Uang tabungan mereka pun habis untuk biaya rumah sakit. Setahun setelah kecelakaan yang menimpa Ou Tongming, istrinya meninggalkan dia.

Baca:   Kisah 'Bidadari Banjir' Asal Pasuruan Yang Kini Jadi Viral di Sosial Media

Pemerintah China hanya memberikan bantuan tunai 300 yuan (sekitar Rp 655.000) per bulan. Terkadang tetangga yang murah hati memberikan bantuan makanan buat keluarga itu.Tongming sempat berpikir untuk bunuh diri saja karena dia tidak mau menyusahkan putranya itu. “Namun, saya tidak sanggup meninggalkannya yatim piatu begitu saja,” tuturnya.

“Saya tidak dapat hidup tanpa ayah saya,” kata bocah ini. Dia bertekad, jika besar nanti, akan mengumpulkan uang untuk menyembuhkan ayahandanya.

Leave your vote

points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…