Cerita Tragis Bocah 15 Tahun Gorok Adiknya di Ciledug Karena Perintah Jin Botak

jin-botak
Misteri pembunuhan bocah 13 tahun atas nama Putri Mariska Sakinah di Kampung Dukuh, Sudimara Pinang, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang akhirnya terkuak. Pelakuknya ternyata adalah kakak korban sendiri yang bernama Muhamad Rizki Silaban 15 tahun. Muhamad Rizki Silaban mengakui bahwa ialah yang membunuh adiknya sendiri dengan cara digorok di leher. Rizki mengaku membunuh adiknya karena perintah jin.

Kasus ini membuat polisi kebingungan karena tidak menemukan bukti ada orang lain sebagai pelaku. Apalagi saksi-saksi para tetangga tidak melihat ada yang mencurigakan saat peristiwa terjadi. Dari berbagai bukti yang diperoleh dan keterangan saksi, polisi kemudian menduga jika pelaku pembunuhan itu dilakukan Rizki.

“Ada dugaan ke situ. Mengarah ke kakaknya, tapi perlu diperkuat dengan bukti. Karena itu, kasus ini masih dalam proses pembuktian. Jadi belum kita tetapkan tersangkanya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo, dikutip dari Merdeka.com, Senin 29 Juni 2015. Polisi saat itu, belum bisa memeriksa Rizki karena kondisinya masih labil akibat luka tusukan di lehernya.

Setelah hampir tiga pekan, akhirnya polisi mendapatkan pengakuan Rizki. “Dia akhirnya mengakui kalau dia adalah pelakunya. Tetapi itu adalah suruhan jin. Termasuk dia mengaku, menikam lehernya sendiri karena disuruh jin berciri-ciri badan besar, tegap dan botak,” kata Kapolres Metro Tangerang Kombes A Pranoto, Sabtu 27 Juni 2015. Kapolres menjelaskan, berdasarkan keterangan Rizki, jin yang memerintahkan membunuh itu mengancam akan menghabisi keluarga korban kalau perintahnya tak dilaksanakan.

Baca:   Kesaksian Warga Yang Lihat Densus Tembak Mati 2 Teroris Saat Lagi Mancing di Jatiluhur

“Atas bisikan jin itu, Rizki membunuh adiknya dengan pisau dapur,” imbuh Pranoto. Dari pengakuannya, tersangka ini sudah sebulan belajar ilmu hitam,” imbuh Pranoto.

Gelagat aneh Rizki sebelum pembunuhan terjadi

Menurut Kapolres, gelagat aneh Rizki sudah diketahui ibunya beberapa hari sebelum peristiwa pembunuhan terjadi. Tersangka menjadi temperamen, emosinya tidak terkendali. “Bahkan sehari sebelum kejadian, Rizki sempat cekcok dengan Putri. Dia juga sempat mengancam dengan pisau yang sama,” katanya. Polisi juga akan menelusuri apakah ilmu hitam yang dipelajari Rizki berhubungan dengan perguruan ilmu bela diri yang diikutinya. Polisi masih akan mengembangkan kasus ini.

“Apa ada keterkaitan, ini perlu kajian lebih mendalam. Nanti bisa dilihat di pengadilan,” katanya. Pranoto menjelaskan, Rizki resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ada tiga alat bukti yakni sebilah pisau dapur yang digunakan untuk membunuh korban. Pisau tersebut berasal dari rumah korban yang dipakai sehari-hari untuk memasak.

Baca:   Rani Meninggal Usai Ijab Qabul, Ucapan Duka Mengalir di Medsos

“Selain itu, berdasarkan hasil tes DNA, pada lapisan pertama ada darah Putri. Lapisan kedua, sepertiga dari panjang pisau ada darah Rizki. Di pangkal pegangan pisau terdapat kelenjar keringat. Setelah dicocokkan dengan bagian tubuh Rizki, ternyata 99,9 persen identik. Artinya pemegang pisau terakhir tak lain adalah Rizki,” katanya.

Kapolres menambahkan, untuk bukti kedua, yakni keterangan saksi-saksi di sekitar TKP. Ketika itu tidak ada orang lain di rumah korban, selain mereka berdua. Jarak antara rumah korban dengan tetangga dekat, sehingga apa yang terjadi di rumah tersebut pasti terdengar. “Bukti yang ketiga adalah keterangan Rizki sendiri. Setelah dikonfrontir akhirnya tersangka mengaku telah membunuh adiknya,” paparnya.

Rizki akan dikenakan pasal 80 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.