Cinta Terlarang Pemuda Lombok Timur: Ketika Mabuk, Saya datangi Mama Untuk Bersetubuh

Cinta-Terlarang-anak-dan-ibu

Warga Lombok Timur, NTB dibuat heboh dengan kisah cinta terlarang SPR, pemuda asal Lombok Timur dengan ibu kandungnya NRH yang merupakan warga Gegerung, Dusun Cemperoan, Pringgabaya. Kasus cinta terlarang ini terungkap setelah bayi hasil hubungan gelap itu dibuang di pantai dan ditemukan warga. SPR juga sudah ditangkap dan ditahan di Mapolres Lombok Timur. Sedangkan ibu kandungnya masih dirawat di puskesmas pasca melahirkan.

SPR saat diinterogasi petugas PPA Polres Lombok Timur, mengaku aksi bejatnya menggauli ibu kandungnya sendiri itu sudah berlangsung cukup lama. Hubungan intim itu dilakukan sejak ibunya pulang sebagai TKI dari Malaysia. Dia membantah jika itu dilakukan karena unsur paksaan, melainkan karena suka sama suka. Dia katakan, saat melakukan hubungan terlarang itu dirinya sedang mabuk karena terpengaruh minuman keras (miras).

Baca:   Pocong Bangkit dari Kubur Gegerkan Warga Pangkal Pinang

“Ketika saya mabuk, saya datangi mama saya untuk bersetubuh,” akunya, dikutip dari Pojoksatu.id, Sabtu (28/5/2016). Bayi hasil hubungan gelap dengan ibunya itu terpaksa dibuang karena takut perbuatan bejatnya itu diketahui masyarakat. Bayi itu dibuang atas inisiatif yang bersangkutan dengan ibu kandungnya. “Mama saya juga ikut saat bayi dibuang. Kita takut kalau ketahuan,” terangnya di hadapan polisi.

Hasil penulusuran Radar Lombok, NRH ternyata masih berstatus istri dari suaminya, inisial Syam, warga Desa Songak, Kecamatan Sakra. “Suaminya kini masih di Malaysia,” kata Rail, adik kandung NRH. Disampaikan Rail, dia sendiri yang telah menikahkan kakaknya (NRH) dengan Syam di Malaysia, sekitar dua tahun lalu, karena kebetulan sama-sama berada di Malaysia sebagai TKI. Setelah lima bulan menikah, NRH kemudian disuruh pulang oleh suaminya. Rail menemaninya pulang.

Baca:   Remaja 16 Tahun dan Wanita 25 Tahun Ketahuan Ngeseks diatas Mobil Curian

Begitu sampai di kampung halaman, NRH bertemu dengan dua anaknya yang ternyata sudah dewasa. Dimana saat pertama ditinggal ke Malaysia, SPR masih sekitar 3 tahun, dan bertemu mamanya lagi setelah umur 20 tahun.