Ciptakan robot mirip Scarlett Johansson, pria ini habiskan dana Rp 657 juta

robot-cantik

Robot cantik menyerupai artis Hollywood, Scarlett Johansson, pemeran Black Widow dalam film The Avengers, berhasil diciptakan oleh seorang pria asal Hong Kong, Ricky Ma. Untuk membuat robot cantik tersebut, Ma mengaku menghabiskan waktu 1,5 tahun dengan dana USD 50.000 atau senilai dengan Rp 657 juta untuk menciptakan prototipe robot yang diberi nama Mark 1. Ricky menyebut, ketertarikannya pada robot sudah berlangsung saat ia kanak-kanak.

“Saat masih kecil, saya sangat menyukai robot. Sebab saya senang menonton film animasi. Semua anak suka Transformers, kartun mengenai robot yang berkelahi, serta sejumlah gim mengenai robot,” ujarnya. Setelah dewasa, Ricky berkeinginan untuk membuat sebuah robot. “Namun selama prosesnya, banyak orang menganggap ide tersebut bodoh dan menghabiskan banyak uang. Mereka meledek, apakah saya benar-benar dapat membuatnya,” kata Ricky.

Dengan berbagai cibiran, ia pun berhasil menciptakan sebuah robot yang dapat menggerakkan lengan dan kaki, memutar kepala, hingga membungkukan badan. Penampilan cantik Mark 1 didukung dengan rambut berwarna coklat pirang, serta mata jernih yang bisa membentuk ekspresi wajah yang rinci. Ricky sendiri memakaikan atasan crop warna putih dan rok berwarna abu-abu pada tubuh Mark 1. Mark 1 dikabarkan dapat menanggapi perintah verbal yang diucapkan melalui mikrofon. Tidak hanya itu, Mark 1 juga memiliki ekspresi wajah. Robot itu bisa menjawab sejumlah pertanyaan dan sanjungan.

Baca:   Wanita Cantik dari Jepang ini Bikin Banyak Pria Patah Hati, Namun Dia Ternyata...

robot-cantik1

Misalnya ketika Ricky mengatakan “Mark 1, kau sangat cantik,”. Mark 1 pun akan merespon dengan ekspresi wajah tersenyum, kemudian menjawab “Hehe, terima kasih,” katanya. Jika Anda perhatikan, wajah Mark 1 begitu mirip dengan manusia. Ricky mengatakan, ‘kulit’ Mark 1 dibuat dari bahan silikon menggunakan sebuah printer 3D. Kulit tersebut menutupi seluruh interior mekanis dan elektronik sang robot.

Baca:   Ini pernyataan mahasiswa UIN yang hina Nabi Muhammad dan ajarannya

“70 persen tubuhnya dibuat menggunakan teknologi 3D printing,” kata Ricky, dikutip dari Liputan6.com. Upaya Ricky membuat robot Mark 1 tidaklah mudah. Dalam prosesnya ia mengadopsi prinsip trial and error. Sejumlah hambatan seperti terbakarnya motor yang menyebabkan robot kehilangan keseimbangan pernah dialaminya.

“Saat saya mulai membuatnya, saya menyadari dalam prosesnya akan melibatkan dinamika, elektro mekanik, dan pemrograman. Sementara saya tidak pernah belajar pemrograman. Bagaimana aku harus meng-kode?” tanya Ricky saat itu. Selain itu, ia pun perlu membangun model 3D untuk semua bagian dalam robot. Ia juga harus memastikan kulit luar robot dan bagian dalamnya bisa cocok. “Ini benar-benar sulit,” ucapnya.

Meski begitu, setelah keberhasilannya, ia berharap akan ada investor yang membeli protipe robot tersebut serta memberinya modal untuk meciptakan lebih banyak robot.