Coba Terobos Lampu Merah, Rombongan Moge yang dikawal Polisi dihadang Sepeda

rombongan-moge-dihadang-sepeda

Budaya melanggar lalulintas di Indonesia sepertinya belum bisa di stop. Orang-orang yang merasa lebih kuat dan juga punya nyali besar masih saja melanggar lalulintas tanpa memperdulikan keselamatan orang lain. Yang lebih parah lagi, terkadang justru pihak berwajib yang seharusnya jadi penegak aturan lalulintas dan menjadi contoh yang baik, justru melanggar lalulintas.

Seperti yang terjadi di perempatan Ring Road Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, Sabtu 15 Agustus 2015 sore. Puluhan rombongan Motor Gede (Moge) Harley Davidson yang dikawal polisi dan mencoba menerobos lampu merah. Namun aksi para pengendara Moge yang dikawal oleh polisi untuk menerobos lampu merah dihadang oleh seorang sepeda.

Baca:   Video Tragis Aksi Bunuh diri Seorang Pria Tengkurap di Rel Kereta Api, Seperti Ini Kejadiannya...

Menurut berita yang dilansir dari Merdeka.com, Minggu 16 Agustus 2015, beberapa Moge memang terlihat menerobos lampu lalu lintas. Anehnya dalam rombongan tersebut tampak juga polisi yang turut menerobos. Pengendara sepeda tersebut diketahui bernama Elanto Wijoyono. Aksinya tersebut menjadi perhatian di media sosial setelah diunggah oleh salah seorang netizen.

Aksi Elanto ini rupanya sudah direncanakan. Dia dan temannya, Andika sudah bersepakat untuk mencegat aksi Moge yang menerobos lampu lalu lintas. Andika mengatakan aksi mereka tersebut dilakukan karena sehari sebelumnya sudah banyak Moge yang seliweran di Yogyakarta dengan tidak tertib lalu lintas.

Baca:   Sebut Pria Lain Saat Ngamar di Hotel, Dosen di Manado dibunuh Teman Kencan

“Kenapa kami melakukan ini? Karena tidak bisa dibiarkan, ini ada pelanggaran. Melanggar lalu lintas, bisa membahayakan pengguna jalan lainnya,” katanya saat ditemui di perempatan Condongcatur. Lebih para lagi, kata Elanto, dia melihat ada polisi yang berjaga di pos polisi diam saja melihat pelanggaran tersebut. Bahkan ada kesan melindungi karena ada polisi yang turut juga dalam rombongan tersebut.

“Polisi diam saja, malah kesan melindungi, perempatan Monjali sudah ramai dari kemarin. Karena itu kami sepakat untuk melakukan sesuatu,” tandasnya. Untuk diketahui, pada 14-17 Agustus di Yogyakarta memang diadakan JBR (Jogja Bike Rendezvous) di Kompleks Candi Prambanan.