Daeng Aziz jadi tersangka perdagangan wanita, ini komentar Ahok

daeng-aziz

‘Pengusaha’ Kalijodo, Daeng Aziz akhirnya ditetapkan oleh Polda Metro Jaya sebagai tersangka perdagangan wanita. Basuki Tjahaja Purnama pun menyerahkan semua kasus itu ke tangan kepolisian. “Tanya polisi saja saya kira. Bagi saya ini ranah hukum ya,” kata Ahok, sapaan Basuki di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2016). Daeng Aziz-sapaan Abdul Aziz- merupakan tokoh masyarakat Kalijodo yang sempat menggembar-gemborkan soal penegakan hak asasi manusia (HAM) di Kalijodo.

Dia sempat melapor ke Komnas HAM lantaran merasa diperlakukan tak adil oleh Pemprov DKI terkait rencana penggusuran Kalijodo. Pasalnya, dia mengklaim Kalijodo bukan satu-satunya daerah ruang terbuka hijau (RTH) yang diduduki warga. Dia menuding Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat dan Mal Season City, Jakarta Utara juga merupakan RTH. Padahal, dalam sistem zonasi Jakarta, kedua mal tersebut tidak masuk dalam zona hijau. Melainkan, zona biru campuran.

Baca:   Anak Haji Lulung Yang Punya Selera Musik 'Unik'

Ahok pun mengaku heran dengan pernyataan tersebut. Bahkan, mantan bupati Belitung Timur ini mengaku tak ada hubungannya persoalan HAM dengan penggusuran Kalijodo. Dia pun mempersilahkan Aziz untuk menempuh jalur hukum.

“Saya kira enggak ada hubungan dengan HAM. Dia punya pengacara hebat, jadi tersangka dia mampu bayar pengacara jadi silahkan saja,” ucap Ahok, dikutip dari Metrotvnews.com. Sementara berlanjut, Ahok memastikan penertiban Kalijodo di akhir bulan ini tetap dijalankan. Suami Veronica Tan ini juga mengaku tak masalah jika nanti ada warga yang membawa masalah penertiban ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). “Tetap jalan saya kira PTUN gugat saja, untuk kepentingan umum kita bisa diskusi kok,” pungkas Ahok.