Dari dalam penjara, Daeng Azis saksikan kafe miliknya diratakan dengan tanah

daeng-aziz

Bangunan pertama yang diratakan dengan tanah di Kalijodo adalah Kafe Intan, milik Abdul Azis. Saat Kafe miliknya dihancurkan oleh alat berat, pria yang terkenal dengan nama Daeng Azis itu tidak ada di lokasi karena ditahan di ruang tahanan Polres Metro Jakarta Utara terkait kasus dugaan pencurian listrik. Kuasa hukum Azis, Razman Arif Nasution, menyebutkan, kliennya tidak bermasalah ketika kafenya dihancurkan.

Azis bahkan ikut menyaksikan tayangan dari televisi saat bangunannya dihancurkan menggunakan alat berat, Senin (29/2/2016) pagi. “Daeng bilang, silakan saja. Dia bilang dari dalam penjara. Dia lihat kok rumahnya diruntuhkan begitu,” kata Razman kepada pewarta, dikutip Kompas. Dari dalam ruang tahanan, menurut Razman, Azis sempat menyarankan kepada beberapa warga Kalijodo yang menjenguknya, beberapa hari kemarin, agar tidak ada yang melawan saat penggusuran.

Baca:   Beredar Nama-Nama Artis Yang Bisa 'dipakai' Beserta Tarifnya

Adapun kondisi penggusuran yang dimulai sejak tadi pagi hingga pukul 13.20 WIB masih berlangsung secara lancar, tanpa disikapi perlawanan sama sekali. Dari kafe milik salah satu tokoh masyarakat di Kalijodo itu, polisi sebelumnya menyita sejumlah barang yang dijadikan alat bukti. Beberapa barang yang diamankan adalah ratusan anak panah, senjata tajam, kondom, minuman keras, dan sebagainya.

Baca:   Ragukan Kelamin Ahok, Begini Tantangan Kasar Ahmad Dhani

Penggusuran masih berlanjut dengan kondisi cuaca yang mendung dan debu yang beterbangan di lokasi. Di pinggir kawasan Kalijodo dekat flyover kolong Tol Pluit, banyak warga mengabadikan momen penggusuran kompleks lokalisasi kelas bawah terakhir di Jakarta itu.