Darimana asal puluhan truk kulit kabel yang bikin banjir Jakarta?

sampah-kulit-kabel

12 truk sampah kulit kabel sudah berhasil diangkat dari satu titik di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, demikian disampaikan Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan. Rencananya hari berikutnya petugas masih akan melakukan pencarian di titik serupa untuk mencari sampah yang menyumbat saluran air. Petugas pun sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya tentang adanya dugaan sabotase.

Sampah bungkus kabel itu disebut menjadi biang kerok banjir di jantung Ibu Kota. Apakah petugas sudah mengetahui dari mana asal sampah itu? “Belum tahu (asalnya). Saya anggap itu luar biasa (dengan adanya sampah bungkus kabel di wilayah jantung Jakarta),” kata Teguh saat berbincang dengan Detikcom, Rabu (2/3/2016).

Baca:   Rasis, Ketua DPRD DKI Samakan Ahok Dengan Pedagang Glodok

“Sampai dengan kemarin itu 12 truk di 1 lokasi,” imbuh Teguh tentang jumlah sampah tersebut. Teguh pun menegaskan pencarian sampah bungkus kabel masih akan dilakukan hari ini. Titik pencarian akan dilakukan di lokasi yang sama lantaran dia memperkirakan masih banyak sampah serupa. “Masih di lokasi yang sama. Kita cari sampai tuntas di saluran air. Perkiraan kita masih belum tuntas,” sebut Teguh.

Baca:   Tidak Bisa Kerja Penuh Waktu Karena Sidang, Ahok Minta Maaf Kepada Warga Jakarta

Petugas memang telah melakukan ‘razia’ sampah bungkus kabel itu sejak ada laporan pada Selasa, 23 Februari 2016. Saat itu petugas mendapat laporan dan genangan air di Jalan Medan Merdeka Selatan tepatnya di depan Kedubes AS hingga ke Balaikota. Petugas heran mengapa genangan masih ada padahal lumpur sudah diangkut.

Saat dilakukan pengecekan pada Rabu 24 Februari, petugas menemukan tumpukan pembungkus kabel yang menggulung di gorong-gorong. Dari operasi tanggal 24-29 Februari di Jl Medan Merdeka Selatan, petugas berhasil mengangkut belasan truk sampah bungkus kabel.