Di Ternate, Batu akik kini punya saingan baru bernama akar bahar

akar-bahar

Selama ini daerah Ternate dikenal sebagai penghasil batu akik jenis Bacan Doko dan Palamea, namun kini warganya sudah mulai beralih ke lain hati. Kini muncul fenomena baru di daerah tersebut, yakni musim akar bahar. Para penjual batu akik di Ternate bahkan menjual akar bahar berdampingan dengan batu akik untuk menarik minat pembeli. Meskipun batu akik masih tetap jadi dagangan utama, namun tidak menutup kemungkinan batu akik suatu saat nanti akan tergerus oleh akar bahar.

Akar bahar sendiri sebenarnya berasal dari keluarga anthozoa yaitu hewan laut yang tidak memiliki tulang belakang dan berbentuk seperti tumbuhan laut. Kebanyakan orang awam menganggap akar bahar adalah tanaman laut padahal sebenarnya jenis ini termasuk organisme dari salah satu jenis anthozoa.

Baca:   Wow! Ada kepiting raksasa di pohon!

Banyak yang meyakini akar bahar memiliki khasiat mampu menyerap racun tubuh jika bersentuhan dengan kulit. Di Tarnate Provinsi Maluku Utara, akar bahar dijual bersamaan dengan batu akik, dikutip dari Fajar.co.id. Bahkan untuk beberapa souvenir, akar bahar dibuat sebagai pengikat batu akik. Bentuknya sangat menarik, sehingga cicin atau gelang dari akar bahar ini sering diserbu pembeli.

Untuk satu cicin akar bahar dihargai Rp 100-300ribu, tergantung kualitasnya. Suvenir ini akan lebih mahal jika ukirannya ditambah batu akik atau perak. Meski tidak benar-benar menjadi saingan batu akik, namun tren akar bahar ini mendapat tempat dihati peminatnya. Jafar Rajab (34) salah satu penjual akar bahar di Tarnate mengungkapkan, saat ini, souvenir jenis ini belum mampu mengalahkan kepopuleran batu akik, khususnya jenis doko dan Palamea.

Baca:   Anda Pasti Kaget, Gua Ini dihuni 100 Orang, Ada Lapangan Bola dan Sekolah

Namun untuk menjadikannya berharga dan trend baru, biasanya akar bahar dibuat sebagai pengikat batu akik. “Jadi untuk gelang, pasti dipadukan dengan bacan doko atau perak. Begitu juga dengan cincin. Intinya kedua bahan ini sama-sama dibutuhkan,” terang Jafar.