Dikeroyok lawan politiknya, Ahok santai dan pilih terus bekerja

ahok

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta masih menyisahkan 1 tahun lagi, yakini 2017, namun suasana perpolitikan di Jakarta mulai memanas. Sejumlah nama, mulai dari artis hingga pengacara dan pengusaha mencoba maju di Pilgub DKI untuk menantang Ahok. Seperti Yusril Ihza Mahendra, pakai hukum Tata Negara, Sandiaga Uno, pengusaha, Ahmad Dhani, musisi, hingga Biem Benyamin, tokoh budaya Betawi. Mereka menyatakan siap melawan calon petahanan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Persaingan juga mulai ditunjukkan masing-masing bakal calon gubernur. Saling sindir yang ditujukan pada Ahok, sapaan Basuki, juga mulai terdengar. Seperti beberapa lalu, Dhani menyindir kesuksesan Ahok saat tak lepas dari kedekatannya dengan Jokowi. Sindiran pedas juga dilontarkan Yusril yang menyebut Ahok sebagai orang hebat. Tapi Ahok menanggapi sangat berbagai serangan yang ditujukan padanya. Meski sesekali menanggapi sindiran padanya, Ahok memilih adu program dengan para pesaingnya nanti.

Itu sebabnya, dia memilih terus bekerja dan memikirkan apakah nantinya akan memang atau kalah. “Jadi yang paling bahaya itu bukan masalah saya terpilih atau tidak terpilih. Bukan soal saya ikut tidak ikut. Saya tidak ingin anak muda yang semangat hilang harapan. Hilang kepercayaan kepada politisi. Dia kan akan berpikir wah ini main tinggal. Nah itu yang saya khawatir,” ujarnya, dikutip dari Merdeka.com, Senin 7 maret 2017.

Jika lawannya sibuk mencari kekuatan partai untuk mengusung, Ahok berdalih tetap optimis bisa maju melalui jalur independen. Seperti diketahui, relawan temanAhok siap mengumpulkan satu juta KTP dukungan warga DKI untuk Ahok. “Saya kira kita tetep independen diutamakan, TemanAhok ya. Ini udah pasti. Orang sudah berjuang setengah mati kok,” kata Ahok. Meski siap maju melalui jalur independen, Ahok tetap membuka diri bagi partai yang ingin mendukungnya.

“Bagi saya kalau mau partai dukung silakan kami senang. Karena asas demokrasi parpol,” tambahnya. Namun, dia memberikan syarat tak bantuan mahar atau bagi-bagi kaos saat kampanye seperti yang biasa dilakukan bagi calon kepala daerah jika ingin maju Pilkada. “Tapi saya enggak bisa kasih bantuan uang, atau bikin kaos semua. Enggak bisa,” tegas mantan politisi Gerindra ini. Sambil menunggu dukungan partai, untuk deklarasi maju sebagai calon independen akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Bisa lebih cepet daripada bulan Mei. Bisa-bisa dua minggu depan, bisa dua minggu lagi,” pungkasnya.

loading...