Ditagih Janji Terjun dari Puncak Monas, Politisi Gerindra Mulai car-cari Alasan

Habiburokhman

Beberapa waktu lalu Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, menguncap janji akan terjun dari puncak Monas jika ‘TemanAhok’ mampu penuhi 1 juta KTP sebagai syarat untuk maju di Pilkada DKI melalui jalur independen. Kini sejumlah pihak mulai menagih janji Habiburokhman untuk terjun dari Monas. Kini Habiburokhman menuding sejumlah akun yang mendesak dirinya supaya terjun dari Monas dikendalikan oleh orang bayaran.

“Alay 8 follower, kasihan disuruh lembur,” kata Habib saat ditanya akun @justagus_a kapan dirinya terjun dari Monas, Jumat (06/05/2016).

“Siapa bilang? kita ndak bully ah. Kita cuman nyemangatin Bieb! – Bieb! kapan terjunnya dr Monas, ya ga,” kata akun @dinivian.

Baca:   Ratna Sarumpaet Akan Mati-Matian Gulingkan Ahok Pada 1 Juni

Lagi-lagi, Habiburokhman membalas dengan mengungkit jumlah pengikut akun tersebut. “Parah Mr 10 follower,” tukas pria yang berprofesi pengacara ini. Habiburokhman, oleh sejumlah pihak, mulai ditagih janjinya untuk terjun dari Monas menyusul klaim dari Teman Ahok bahwa mereka sudah memenuhi jumlah minimum data KTP yang disyaratkan KPUD DKI bagi pasangan calon perseorangan untuk pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Heru Budihartono dalam Pilkada DKI 2017, Senin (11/4/2016).

Baca:   Usai ditembak, Freddy Budiman CS Butuh Setidaknya 15 Menit Baru Mati

Bahkan Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2013) Mahfud MD ikut mengingatkan supaya tidak ada pihak yang turut memfasilitasi aksi terjun dari Monas, yang disebutnya bisa dipidana karena terlibat aksi bunuh diri seseorang. Sebelumnya, melalui akun Twitter, politikus Gerindra itu bersumpah akan terjun dari atas Monas jika calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dapat mengumpulkan KTP untuk maju secara independen dalam Pilkada DKI 2017.

“Benar saya menulis dengan sadar dan ikhlas,” terangnya saat dikonfirmasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/03/2016).