Ditanya Polisi soal kematian Wayan Mirna, saksi Hani sering lupa

Hanni

Hani yang menjadi salah satu saksi kematian Wayan Mirna Salihin usai minum es kopi Vietnam di Kafe Olivier mall Grand Indonesia kerap lupa saat ditanya penyidik Polda Metro Jaya. Polisi bahkan beberapa mengingatkan Hani untuk mengoreksi keterangan yang disampaikannya.

“Biasa lupa-lupa. Diingatkan lagi karena itu penting,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya di Jakarta, dilansir Rimanews.com, Kamis (04/02/2016). Kemarin, Hani yang diperiksa selama 11 jam dicecar 47 pertanyaan oleh penyidik. Ia mengaku lelah selama proses penyidikan. “Saya cape banget jawab 47 pertanyaan,” ujar Hani usai pemeriksaan di Subdit Jatanras, Polda Metro Jaya, Rabu (03/02/2016).

Baca:   Kisah Jimat Farah Nikmah Yang Berisi Doa Penangkal Yang tidak Mempan di Apartemen Calvin

Mengenai sering lupanya Hani, polisi menyebutkan penyidik hanya melontarkan pertanyaan normatif. Pertanyaan-pertanyaan penyidik sejauh ini untuk membuat terang penyidikan atas kematian Mirna. “Puluhan pertanyaan wajar, tergantung arah penyidik. Penyidik ingin menajamkan,” tandas Iqbal.

Hani menjadi saksi kunci kasus “kopi maut” karena melihat langsung Mirna Salihin (27) tewas di kafe Oliver, Grand Indonesia. Mirna tewas usai menyeruput es Kopi Vietnam. Sejauh ini polisi telah menetapkan Jessica Kumala Wongso (27) sebagai tersangka dan belum ada indikasi adanya tersangka lain.