Dituduh PDI-P terima mahar Rp 100 miliar dari Ahok, partai Nasdem berang

nasdem

PDI-P menuding partai Nasdem telah menerima mahar Rp 100 miliar dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait dukungan partai itu kepada Ahok untuk Pilkada DKI 2017. Tidak terima, Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago membantah tudingan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut yang dinilai tidak berdasar.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereiraā€ˇ menuding Partai NasDem sebagai pendukung Ahok telah menerima Rp100 milyar. “Itu fitnah tidak berdasar,” ujar Irma kepada Rimanews.com, dikutip Selasa (22/3/2016). Irma menilai pernyataan itu sangat tidak elegan karena seharusnya didasarkan pada data.

Baca:   Ahmad Dhani dan Sarumpaet Sudah Tahu Ahok Tersangka? Eittt Tunggu Dulu...!

“Partai besar dan partai pemenang kok seperti ketakutan dan paranoid. Jika mau dukung Ahok ayo dukung bersama, jika punya jago sendiri, ayo tanding secara sehat dan fair, nggak perlu tuding sana sini,” katanya. Ia menegaskan berulang kali bahwa soal dukungan kepada Ahok, Partai NasDem mendukung tanpa syarat dan mahar.

Posisi NasDem sebagai partai politik, kata dia, dengan gerakan perubahan yang tidak meminta mahar pada calon bupati/ walikota, gubernur dan presiden dan hal itu mungkin membuat tidak nyaman pihak lain.

Baca:   Foto Ketua MUI Bertemu Presiden Israel Beredar di Media Sosial, Kira-Kira Ada Urusan Apa Ya?

“Tapi Haruskah kita terus terusan membebani bangsa ini dengan perilaku perilaku yang koruptif. Kelak jika mereka terpilih karena mau tidak mau pasti mereka akan mencari pengganti uang mahar yang telah mereka keluarkan,” tandasnya.