Dua Jam ‘Terkurung’ Dalam Pesawat, Penumpang Lion Air dialihkan

lion-air

Setelah menunggu 2 jam dalam pesawat, para penumpang Lion Air akhirnya diturunkan kembali. Insiden ini terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng. Insiden ini menimpa istri Rahmed El Junaidi, salah satu penumpang yang hendak berangkat dari Jakarta dengan tujuan Pekanbaru pada hari Sabtu 15 Agustus 2015. Sesuai jadwal, harusnya istrinya terbang jam 18.55 WIB.

Ia mengaku bahwa istrinya sudah naik pesawat sesuai dengan jadwal, namun hingga 2 jam dalam pesawat istrinya tidak juga berangkat. Bahkan harus turun kembali setelah sekian lama berdiam dalam pesawat. “Nah, awalnya sudah sesuai jadwal. Pukul 18.55 WIB itu istri saya sudah masuk ke dalam pesawat dan sempat mengabari saya,” kata Rahmed saat berbincang dengan DetikNews.

“Istri saya dan penumpang lain disuruh turun pada pukul 21.11 WIB. Istri saya bilang selama dua jam itu tidak ada penjelasan dari awak pesawat. Kemudian saat disuruh turun barulah dibilang bahwa pesawat tidak bisa terbang karena dokument izin terbang belum lengkap,” jelas Rahmed.

Baca:   Begini Wajah Pendidikan Indonesia, Usai UN Siswi SMA Robek Rok Sampai Itunya Kelihatan

Rahmed mengatakan, istri dan penumpang lainnya kemudian diminta untuk beralih ke pesawat lain. “Setelah menunggu, barulah pukul 22.05 WIB, istri saya masuk ke pesawat pengganti untuk berangkat ke Pekanbaru,” katanya. Sementara itu, saat dikonfirmasi, petugas call center Terminal I Bandara Soekarno Hatta Viko mengatakan memang terjadi penundaan penerbangan pesawat Lion Air Jakarta-Pekanbaru pukul 18.55 WIB menjadi pukul 22.29 WIB.

Baca:   Keasyikan bermain alat bantu seks, wanita ini tabrak mobil didepannya

“Iya, pesawatnya delay dan sudah berangkat pukul 22.29 WIB. Karena memang sejak pagi terjadi keterlambatan keberangkatan dan kedatangan pesawat Lion,” kata Viko. Namun Viko mengatakan pihaknya belum menerima informasi tidak lengkapnya dokumen penerbangan pesawat tersebut. “Untuk informasi itu kami belum menerima dari pihak maskapai,” kata Viko.

loading...