Duh! Dua Politikus Partai Agama Mesum di Pantai, Seperti Ini Kelakuan Mereka

pasangan mesum

Sebuah skandal seks menimpa partai dengan latar belakang agama di Maroko akhir pekan lalu. Kedua pasangan mesum tersebut diketahui sudah berumur. Keduanya kepergok warga sedang melakukan adegan seks dalam sebuah mobil, di pinggir Pantai Mohammedia, dekat Kota Casablanca.

Mereka adalah wakil ketua partai Reformasi dan Persatuan Maroko (MUR). Hanya beberapa hari setelah skandal ini terungkap, Moulay Omar Benhammad (63) dan Fatima Nejjar (62) dipecat oleh petinggi partai. Mereka sebetulnya terhitung sosok penting karena menjabat sebagai wakil ketua MUR.

The Independent melaporkan, Kamis (26/8/2016), warga Maroko berang melihat ulah dua politikus itu. Sehari-hari mereka termasuk tokoh partai MUR yang sering berkhotbah tentang pentingnya umat Islam menjaga perilaku dan akhlak. Sindiran-sindiran terhadap mereka berdua banyak beredar. Salah satunya adalah rekaman khotbah Nejjar, tentang pentingnya perempuan melawan godaan hawa nafsu.

Baca:   Ketahuan Bermesaraan, Sepasang Mahasiwa diperiksa KPK

Setelah mobil keduanya digeruduk, polisi datang mengamankan mereka. Petugas mengakui keduanya sedang dalam “posisi seksual” ketika digerebek. Polisi tidak menahan Nejjar dan Benhammad. “Kasus mereka akan disidangkan 1 September mendatang,” kata juru bicara kepolisian, dikutip dari merdeka.com.

Dalam pembelaannya, Benhammad mengklaim sudah menikahi Nejjar secara agama. Benhamad masih memiliki istri sah dengan tujuh anak. Sementara Nejjar adalah janda.

Baca:   Heboh! Wanita ini coba memasak, namun caranya bikin netizen tidak bisa fokus

Partai MUR telah mengeluarkan pernyataan bahwa tindakan kedua anggotanya tidak dapat ditoleransi, sehingga mereka harus dibebaskan dari semua struktur organisasi. MUR selama ini mencitrakan diri sebagai partai berlandaskan ajaran Islam. “Insiden ini melanggar prinsip-prinsip dan nilai partai kami,” seperti dikutip dari pernyataan tertulis MUR.

MUR adalah sayap Partai Keadilan dan Pembangunan Maroko yang cukup berpengaruh di parlemen.