Dunia tercengang, Indonesia tumpas teroris hanya dalam waktu 3 jam

Pasukan-densus

Indonesia kembali dilanda teror bom, dan kali ini terjadi di pusat Ibu Kota Negara, Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat. Untungnya, aparat polisi dan TNI berhasil menumpas para teroris tersebut hanya dalam 3 jam. Meskipun aksi teror itu menewaskan sejumlah korban dari sipil dan juga pelaku teror bom. Dari pihak sipil, ada dua orang yang meninggal dunia dan lima dari anggota teroris. Dunia internasional pun dibuat tercengang dengan keberhasilan aparat keamanan Indonesia membasmi teroris tersebut.

“Dalam tiga jam semuanya sudah terkendali dan dapat mencegah kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, usai melaporkan reaksi dunia terhadap Teror Thamrin kepada Presiden di kompleks Istana Negara, Jumat (15/1/2016). Menurut Retno, banyak Kepala Negara sahabat yang menghubungi langsung Presiden Jokowi untuk menyampaikan apresiasi respons cepat aparat keamanan dalam mengatasi serangan teroris kemarin.

Baca:   Wah! 'Teman Ahok' Ancam Buang Data KTP Dukungan Warga DKI

“Presiden sejak Kamis (14/1) sudah menerima telepon dari Malaysia sebentar lagi Perdana Menteri Australia kemudian Raja Arab Saudi juga akan menelpon dan juga Kanselir Jerman,” tutur dia, dilansir Rimanews.com. Bahkan, lanjut Retno, pujian serupa disampaikan langsung oleh PBB. Respon cepat tiga jam sangat diapresiasi oleh dunia internasional. Kemarin Dewan Keamanan PBB lewat pernyataan resmi mereka menghargai respons cepat Indonesia dalam menangani teror bom tersebut.

Baca:   Ahok jadi tamu tak diundang di peluncuran buku Megawati?

Retno mengemukakan selain pujian, dunia internasional juga menyampaikan kecaman terhadap aksi serangan teroris yang melanda ibu kota. Menurut dia, rata-rata dari mereka menyampaikan apa yang bisa dilakukan negara-negara tersebut untuk Indonesia apabila diperlukan. Namun, Retno menambahkan, sejauh ini Indonesia masih dapat menanggulanginya sendiri. “Yang saya sampaikan ke presiden dari sejak peristiwa itu terjadi, saya menerima banyak sekali telepon dari menteri luar negeri yang ingin bekerja sama dan menyampaikan simpati kepada rakyat Indonesia,” tandas Menlu.