Fantastis! Supir Uber Asal Indonesia Ini Berpenghasilan Rp 100 Juta Per Bulan, Anda Mau Tahu Siapa Dia?

Luzio Poerbonegoro

Bekerja sebagai sopir taksi ternyata punya penghasilan yang cukup menjanjikan. Bahkan, bisa melebihi apa yang banyak dibayangkan orang diluar sana. Contohnya Anda bisa lihat pada diri Luzio Poerbonegoro, seorang pengemudi layanan panggilan kendaraan Uber asal Indonesia yang berdomisili di Washington DC, Amerika Serikat.

Selain menjadi supir Uber, Luzio juga melakukan dua pekerjaan lain, yaitu sebagai loper koran dan melayani permintaan terkait TV kabel. “Saya part time di Uber karena waktunya fleksibel. Enaklah untuk kerjanya, saya sudah setengah tahun jadi supir Uber,” kata dia, dikutip dari kompas.com.

Sebelumnya, Luzio juga pernah menjadi supir taksi ketika tinggal di Sydney, Australia, untuk melanjutkan sekolah. “Saya karena senang ngobrol ya, jadi saya paling senang kalau dapat penumpang yang suka ngobrol juga, tentang politik, tentang macem-macem lah ya. Itulah yang saya utamakan, jadi makanya saya senang kerja di Uber ketemu orang baru,” sambung Luzio.

Baca:   Ramadhan Berdarah, Pelaku Teror di Tunisia Membantai 39 Orang Sambil Tertawa

Luzio yang sudah 12 tahun menetap di Silver Spring, negara bagian Maryland ini mengaku menjalani tiga pekerjaan tidak membuatnya kewalahan. Semuanya bisa dijalaninya secara part time hingga waktu yang dimilikinya sangat fleksibel. “Justru lebih enak, lebih banyak sama keluarga, karena kan waktunya kita bisa atur sendiri, jadi saya bisa kapan saja pulang,” ungkap dia.

“Kadang-kadang saya lagi Uber, istri nelepon, harus pulang nih, ada ini ada ini, saya pulang langsung, karena saya enggak perlu bilang boss saya mau pulang, enggak perlu, karena bossnya saya sendiri,” tambah dia.

Baca:   Bus Terbakar Saat Pulang Ibadah, 32 Bocah Tewas Terpanggang

Luzio juga mengaku tak pernah membayangkan sebelumnya akan bekerja sebagai supir taksi atau loper koran selama di AS.

Luzio menyebut dirinya hanya memanfaatkan kesempatan yang ada selama dirinya masih mampu bekerja. “Sebenarnya di AS ini kalau kita mau kerja, apa aja bisa dan gampang ya, cuma mereka kan kadang-kadang suka males dan enggak tau selahnya saja. Yang penting disiplin, disiplin sama waktu, terus ulet, yang terutama kita jangan males lah,” tambahnya.

Walau melelahkan, Luzio mengaku menikmati ketiga pekerjaannya ini. Menurut dia, ketiganya mampu memberinya penghasilan yang lebih dari cukup setiap bulannya. Dia mengaku mendapat sekitar 7.000-8.000 dollar AS per bulan, atau kira-kira Rp 100 juta.