Festival Payudara Batal dilaksanakan Pada Bulan Puasa, Panitia Tawarkan Tindik Alat Vital

Pegang-Payudara

Panitia Festival Pegang Payudara akhirnya membatalkan acara yang seharusnya digelar pada bulan suci ramadhan 2016 tersebut. Festival Pegang Payudara tersebut dihentikan lantaran mendapat banyak penolakan dari sejumlah pihak yang tidak terima acara tersebut diadakan pada bulan Juni karena bertepatan dengan bulan puasa umat islam. Panitia berjanji akan mengembalikan uang peserta yang sudah terlanjur membeli tiket.

Namun, sebuah perusahaan manajemen acara di Singapura menawarkan peserta yang telah membeli tiket bisa mengikuti Ritual Tindik Alat Vital pada 18-19 Juni. “Ada festival lain yang kurang terkenal dari Provinsi Yunnan adalah upacara pengorbanan penis,” ujar CEO perusahaan yang ikut dalam konferensi pers pembatalan Festival Pegang Payudara, seperti dikutip dari eastasiatribune.com,┬áSelasa (31/5/2016).

Baca:   Polisi Prancis Rilis Dua Foto diduga Pelaku Teror Charlie Hebdo

Perusahaan ini menawarkan peserta yang mengantongi tiket Festival Pegang Payudara bisa mengikuti Ritual Tindik Alat Vital tanpa harus membeli tiket baru. “Ini cukup jelas,” tandas CEO perempuan tersebut. Seperti dikutip dari laman wikipedia.org, Ritual tindik alat vital merupakan budaya dalam masyarakat Mesoamerika kuno, khususnya Maya. Ketika dilakukan oleh penguasa elit, mengeluarkan darah dari bagian tubuh dianggap sangat penting untuk pemeliharaan struktur sosial budaya dan politik.

Dalam sistem kepercayaan Mesoamerika, Maya, menumpahkan darah digunakan sebagai alat untuk melegitimasi posisi sosial-politik yang berkuasa. Pertumpahan darah dilakukan dengan cara menusuk bagian tubuh yang lembut, umumnya lidah atau penis. Darah itu dikumpulkan di atas kertas, lalu dibakar. Tindakan membakar darah melambangkan transferral dari persembahan kepada para dewa melalui transformasi asap yang mengepul.

Baca:   Wow! Foto Penampakan Tangan 'Gerepe' Payudara Ayu Ting Ting

Tindik alat kelamin dilakukan dengan menggunakan pisau obsidian prismatik, duri ikan pari, atau gigi hiu. Dalam beberapa situasi, tali dengan duri yang melekat atau serpih obsidian akan ditarik melalui lidah atau telinga. Titik organ tubuh yang ditindik sering berkorelasi dengan hasil yang diinginkan atau representasi simbolis yang sesuai. Misalnya, menggambar darah dari alat kelamin, terutama organ seks laki-laki, akan dilakukan dengan maksud untuk meningkatkan atau mewakili kesuburan manusia.