Ganti Oli Saat Mesin Motor Panas Atau Dingin?

Oli-motor

Salah satu pelumas yang paling penting bagi kendaraan, baik motor maupun mobil adalah oli mesin. Memiliki fungsi sebagai pelumas, pembersih, dan pendingin membuat oli mesin akan mengalami penurunan kualitas seiring pemakaian. Oleh karena itu, oli mesin harus dilakukan pergantian secara periodik untuk menjaga mesin tidak cepat rusak karena kualitas oli yang sudah tidak baik.

Masalahnya, masih banyak yang bingung, dalam kondisi mesin seperti apakah baiknya penggantian oli dilakukan? Saat mesin panaskah, atau justru saat dingin? Menurut Tatang Supriyadi, pemilik bengkel Tatang Motor di kawasan Depok, Jawa Barat, penggantian oli sebaiknya dilakukan saat mesin sedang hangat, tidak terlalu panas atau dingin.

Baca:   Oh! Jadi begini rahasia 'tukang ketok majic mengacak-ngacak' mobil pelanggan?

“Baiknya diganti saat motor agak panas. Jadi kalau ganti oli di rumah, sebaiknya nyalakan motor dulu sebentar,” ujar Tatang di Depaok, dikutip dari Liputan6.com, Kamis (12/5/2016). Menurutnya, dalam kondisi hangat, oli masih encer dan mudah mengalir saat tutup oli dibuka.

“Sementara kalau dingin, biasanya ada kotoran yang masih menempel di bagian mesin. Jadi kotorannya tidak terbuang. Sementara kalau hangat, kotoran tercampur dengan oli, sehingga ikut terbuang,” jelas Tatang. Tatang menambahkan, jika dalam kondisi mesin dingin, oli masih lumayan mengental. “Itu (oli) bentuknya seperti bubur. Jadi lumayan susah mengalir,” tambah Tatang.

Baca:   Foto Lamborghini milik Paris Hotman Hutapea Setelah Mengalami Kecelakaan

Ia juga menyarankan agar melakukan kick starter untuk memastikan hanya sedikit sisa oli lama yang masih ada di dalam mesin. Setelah penggantian, pastikan tutup kembali saluran oli saat kondisi mesin sudah dingin.