“Gantung Margriet, Hukum Mati Margriet dan Pengacaranya”

margareith ibu angkat angeline, kasus pembunuhan angeline, bocah 8 tahun, foto angeline

Praperadilan dengan pemohon Margiet Megawe dipenuhi dengan aksi teriakan organisasi kemasyarakatan dengan kalimat seruan untuk menggantung ibu angkat Angeline, bocah 8 tahun yang ditemukan tewas terkubur dirumah ibu angkatnya itu. Puluhan orang yang mengatas naman anggota Laskar Bali hendak merangsek masuk ke Gedung Pengadilan Negeri Denpasar untuk menyaksikan jalannya sidang praperadilan Margriet yang dipimpin hakim tunggal Achmad Peten Sila.

Namun, aksi mereka langsung dihadang oleh puluhan personil Dalmas Polresta Denpasar sudah disiapkan untuk menjaga jalannya sidang. Karena tidak diizinkan masuk ruang sidang, puluhan orang itu bergantian berorasi memberi dukungan ke Polda Bali untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Angeline dan hakim agar menolak prapreradilan yang diajukan oleh Margiet.

“Gantung Margriet, hukum mati Margriet. Gantung pengacara Margriet,” teriak seorang pendemo di depan Gedung PN Denpasar, Senin 27 Juli 2015, demikian dikutip dari Okezone.com. Massa yang berpakaian serbahitam itu meneriakkan kecaman atas perbuatan tidak berperikemanusiaan pelaku hingga meninggalnya Angeline (8) di rumah Jalan Sedap Malam 26, Denpasar, Bali.

Di sela aksi, Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait turut bergabung dengan massa sembari bernyanyi lagu ‘Maju Tak Gentar’. Hingga aksi massa berlangsung sidang praperadilan Margriet dengan agenda mendengarkan jawaban termohon diwakili Tim Bidang Hukum Polda Bali, baru saja dimulai.

loading...