Gawat! Manusia dan Hewan Bertulang Belakang Akan Segera Punah!

kiamat bumi dan manusia

Jika belakangan ini banyak ramalan yang mengatakan bahwa kiamat akan segera datang. Namun, tanpa ramalan itu pun, manusia akan segera punah. Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh tiga perguruan tinggi di Amerika Serikat. Menurut hasil penelitian tiga perguruan tinggi tersebut, bumi akan segera punah dan hewan bertulang belakang termasuk manusia bisa saja yang pertama mengalami kepunahan tersebut.

Dalam laporan, yang studinya dipimpin oleh Univesitas Stanford, Princeton, dan Berkeley itu, disebutkan bahwa hewan bertulang belakang menghilang 114 kali lebih cepat dari normal. Penemuan ini juga pernah dilaporkan Duke University tahun lalu. Salah satu penulis studi baru tersebut mengatakan, “Sekarang ini kita memasuki tahap keenam kepunahan massal,” ujarnya.

Baca:   Serangan Asteroid Ke Bumi Hanya Tinggal Tunggu Waktu

Kejadian serupa pernah terjadi 65 juta tahun yang lalu, ketika dinosaurus menghilang alias punah. Temuan mengejutkan itu muncul di tengah ketakutan banyak orang akan hancurnya bumi, bahkan disebut kiamat, pada bulan September nanti akibat ditabrak oleh asteroid, spekulasi yang kemudian dibantah oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), dikutip dari Tempo.co, SeninĀ 22 Juni 2015.

Kepunahan hewan dan manusia diprediksi terjadi tiga generasi lagi, itu otomatis akan menghancurkan kehidupan di bumi. “Jika ini sampai terjadi, butuh jutaan tahun untuk kembali pulih dan beberapa spesies hewan akan kembali hilang dari yang ada saat ini,” kata pimpinan peneliti, Gerardo Ceballos. Para ilmuwan mempelajari sejarah tingkat kepunahan hewan bertulang belakang melalui catatan-catatan fosil yang tersimpan.

Baca:   3 Kanibal Ini Jual Daging Manusia Sebagai Pastel

Para ilmuwan menemukan tingkat kepunahan baru-baru ini 100 kali lebih tinggi dibanding pada masa-masa ketika bumi tidak mengalami kepunahan massal. Sejak 1990, laporan studi itu menyebutkan, lebih dari 400 hewan bertulang belakang telah menghilang atau punah. Para ilmuwan mengatakan, kerugian akibat kepunahan ini baru akan terlihat setelah 10 ribu tahun.

Riset, yang dipublikasikan juga dalam jurnal the Science Advances ini, menyebut penyebab kepunahan lantaran perubahan iklim, polusi, serta penggungulan atau kerusakan hutan (deforestation). Profesor Paul Ehrlich dari Stanford University mengatakan, “Ada beberapa contoh-contoh spesies di muka bumi ini yang saat ini tengah berjalan menuju kematian,” ujarnya.