Guru wanita dibuih 2 tahun karena berhubungan badan dengan muridnya 50 kali

Caroline-Berriman

Gara-gara melakukan hubungan badan dengan muridnya yang baru berumur 15 tahun, seorang guru bernama Caroline Berriman 30 tahun, asal Chadderton, Oldham, Inggris, divonis penjara selama dua tahun. Bukan hanya satu atau dua kali, tapi hubungan badan tersebut sudah berlangsung selama 50 kali hingga menyebabkan guru tersebut hamil.

Berriman ditangkap pada Juli lalu, tetapi kasus tersebut ditunda dengan alasan tersangka sakit. Minggu ini, Berriman diadili dengan dua tuduhan, yakni aktivitas seksual dengan anak dan eksploitasi anak. Dia divonis dua tahun penjara, tetapi tidak ditahan. Terdakwa diwajibkan bekerja tanpa dibayar selama 250 jam dan dikenai denda tambahan 100 poundsterling untuk korban.

Baca:   Ketahuan Nonton Film 'Fifty Shades Of Grey' di Kelas, Guru Ini Mengaku dipaksa Muridnya

Berriman juga dilarang berhubungan atau bertemu dengan korban. Kasus asusila itu berawal saat Berriman bekerja sebagai asisten guru di sekolah Komunitas Abraham Moss di Crumpsall, Manchester. Di situlah dia bertemu dengan korban yang merupakan salah satu siswanya. Keduanya kemudian menjalin hubungan.

Keduanya belum berhubungan seks hingga lima bulan kemudian. Pasangan aneh itu kemudian mulai berhubungan seks, bahkan hingga puluhan kali. Kepada Sun, korban mengaku, “(Hubungan badan) terjadi sekitar 50 kali.” Remaja itu mengaku kerap saling mengontak dengan layanan pesan singkat (SMS) atau menelepon. Bahkan, korban menghabiskan banyak waktu di rumah sang guru yang sekaligus pacar terlarang itu.

Baca:   Astaga! Lagi-Lagi Guru Cantik Begituan Dengan Siswa 17 Tahun, Bukan Satu Tapi Dua!

Selama di rumah gurunya, korban diperkenalkan kepada putri pelaku yang berusia dua tahun. Korban dikenalkan dengan panggilan “Ayah”. Hubungan antara Berriman dan siswanya mulai retak ketika pelaku mengaku hamil. “Hal-hal seperti itu membuat saya seumur-umur dihantui ketakutan,” kata siswa tersebut, dikutip dari Kompas.com, Jumat 2/10/2015.

Akhirnya, remaja polos itu menceritakan kejadian yang dialaminya kepada kakak tertuanya hingga diketahui oleh sang ibu. Sang ibu pun marah dan mendesak anaknya segera memutuskan hubungan dengan guru tersebut, atau jika tidak, ia akan melapor ke polisi. Namun, akhirnya kasus itu terungkap. Berriman pun ditangkap dengan tuduhan pelecehan dan eksploitasi anak di bawah umur.