Gusur Kaljodo Ahok bawa buldozer dan 2000 Satpol PP

Gubernur DKI Ahok

Tepat pada tanggal 29 Februari 2016 yang akan datang, Pemprov DKI Jakarta akan mengerahkan 2000 personel Satuan Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengamankan Kalijodo yang hari itu akan digusur atau diratakan dengan tanah. Polisi penegak perda itu akan melakukan penertiban dan pengosongan lokalisasi Kalijodo.

“Kami kerahkan Satpol PP dua ribuan,” ujar Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama usai di Gedung Balaikota Jakarta, Jumat (26/202016). Ahok, begitu dia disapa, memastikan bahwa dalam penertiban pekan depan, pihaknya meminta bantuan polisi dan TNI. Namun demikian dia berharap tidak terjadi kericuhan saat mengosongkan salah satu kawasan prostitusi terpopuler di ibukota itu.

Baca:   Jessica Kumala Wongso Dijatuhi Hukuman Penjara 20 Tahun

“Persiapan biasa saja, kami minta bantuan polisi dan TNI untuk amankan dan dukung Satpol PP,” katanya. Pemprov DKI juga akan membawa beberapa unit alat berat dalam mengosongkan Kalijodo yang bakal dikembalikan peruntukkannya sebagai jadi ruang terbuka hijau (RTH) seperti semula.

Alat berat dibawa karena masih cukup banyak bangunan warga yang belum dibongkar sendiri oleh pemiliknya. “Alat berat pakai yang DKI punya,” tegas Ahok.