Habiburokhman mati-matian amankan Taufik dari kasus suap Agung Podomoro

Habiburokhman

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus suap dalam pembangunan reklamasi pesisir Utara Jakarta yang melibatkan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Sanusi. Bukan hanya itu, dalam penggeldahan di gedung DPRD, KPK juga menyegel kantor kakak sekaligus Wakil Ketua DPRD, M Taufik. Terkait dugaan keterlibatan Taufik dalam pusaran Korupsi Sanusi, DPP Partai Gerindra menegaskan Taufik tak ada sangkut-pautnya dengan kasus yang menjeray Sanusi.

“Apa urusannya?,” ujar Anggota Kehormatan DPP Partai Gerindra, Habiburokhman di Kantor DPP Partai Gerindra, dikutip Rimanews.com, Senin (4/4/2016). Bahkan, Habiburokhman meminta publik tak berspekulasi mengenai keterlibatan Kakak Kandung dari M Sanusi teraebur. “Kalau Tersangka juga ya kita tunggu dong. Jangan lebih cepat dari KPK. Ini kan bukan KPK,” tegas dia.

Baca:   Cerita Petugas KNKT Dengarkan Rekaman Mengerikan Black Box (Kotak Hitam) Pesawat

Dalam penggeledahan di Gedung DPRD DKI Jakarta pekan lalu, penyidik KPK menyegel sejumlah ruangan. Bahkan Lantai 9 Gedung DPRD DKI diisolasi. Di lantai tersebut merupakan ruang kerja empat Wakil Ketua DPRD. Mereka di antaranya, Mohamad Taufik, Abraham Lunggana (Haji Lulung), Triwisaksana, dan Ferrial Sofyan. Penggeledahan tersebut merupakan buntut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Mohammad Sanusi.

Sanusi tertangkap tangan menerima suap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Wilayah Zonasi Pesisir Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) dan Raperda Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta. Dari hasil OTT itu,KPK mengamankan barang bukti uang Rp 1 miliar dan Rp 140 juta plus US$ 8 ribu. Uang Rp 1,140 miliar itu merupakan pemberian kedua kepada Sanusi dari PT APL. Suap pertama yang diterima Sanusi Rp 1 miliar diterima pada 28 Maret 2016.

Baca:   Lindungi Generasi Muda, Prabowo Dukung Jokowi Untuk Menerapkan Hukuman Mati

Uang Rp 140 juta yang disita bersama duit Rp 1 miliar saat operasi itu, merupakan sisa uang dari pemberian pertama. Sementara uang US$ 8 ribu merupakan uang pribadi Sanusi yang tidak terkait dugaan suap. Dalam perkara ini KPK juga menetapkan dua orang lain menjadi tersangka selain Sanusi. Keduanya ialah Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja, dan karyawan PT APL Trinanda Prihantoro.

Leave your vote

points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…