Haji Lulung: Kalijodo pengalihan isu RS Sumber Waras

lulung-lunggana

Pada Senin 29 Februari 2016 yang akan datang, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penggusuran warga di Kalijodo. Sebelum pelaksanaan penggusuran itu, Pemprov DKI terlebih dahulu akan melayangkan surat peringatan 1, 2 dan 3 sebelum penggusuran secara paksa. Namun, Wakit Ketua DPRD DKI Jakarta Haji Lulung Lungga justru punya penilain sendiri terkait rencana penggusuran tersebut.

“Kalijodo pengalihan isu dari RS Sumber Waras, makanya kita ke KPK,” kata Lulung usai pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dilanir Detiknews, Kamis (25/2/2016). Namun Lulung enggan berkomentar lebih jauh saat wartawan bertanya lebih jauh. “Sudah, sudah, no comment,” ujarnya.

Baca:   Heboh! Anak Wabup Cantik Pamer Mobil Mewah Sebelum Ibunya Jadi Tersangka Korupsi

Kawasan prostitusi dan perjudian Kalijodo, Jakarta, perlahan mulai ditinggalkan penghuninya. Pemkot Jakarta Utara hari ini akan menyebarkan surat peringatan kedua (SP2) kepada warga yang masih bertahan. “Besok (hari ini-red) kita mau sebar SP2, jam 08.00 WIB kurang lebihnya,” ungkap Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi saat dikonfirmasi detikcom lewat telepon, Rabu (24/2/2016) malam.

Usai SP2 diberikan kepada warga Kalijodo, Pemkot Jakut akan mengeluarkan SP3 pada Sabtu (27/2/2016) mendatang. Surat peringatan terakhir itu hanya berlaku selama satu hari. Pemkot Jakut sebelumnya menyebarkan SP1 pada Kamis (18/2/2016). “Kalau masih enggak mau pergi juga, hari Senin-nya tanggal 29 Februari 2016 kita bongkar paksa,” ucap Rustam. Selama proses penertiban ini, pemerintah daerah tidak menemukan kendala yang berarti.

Baca:   Warga: Itu Dia Pak Ahok, Ya Allah... Aslinya Ganteng Banget, Bu!

Walau sempat ada sedikit riak penolakan, namun Rustam dan jajarannya dibantu pihak polisi dan TNI masih dapat menangani dengan baik.