Hanya karena pencet tombol ‘Like’ di Facebook, pria ini dipenjara 32 tahun

Thanakorn-Siripaiboon

Seorang pemuda berumur 27 tahun di Thailand harus terpenjara dibalik jeruji besi hanya karena memberi ‘like’ pada sebuah foto di sosial media Facebook. Pria apes itu bernama Thanakorn Siripaiboon yang bekerja sebagai montir bengkel sepeda motor di negeri Gajah Putih tersebut. Diketahui foto yang ia beri ‘jempol’ adalah foto Sri Rama (Raja) Thailand, Bhumibol Adulyadej, yang diedit sedemikian rupa.

Foto hasil editan photoshop itu dianggap menghina raja. Mengacu pada undang-undang Negara Gajah Putih itu, yang dijuluki Lese Majeste, siapapun dianggap menjatuhkan kehormatan sang raja akan dihukum minimal 15 tahun penjara. Untuk kasus yang menimpa Siripaiboon, karena dianggap aktif mendiskreditkan raja, maka hakim menjatuhkan hukuman 32 tahun penjara.

“Tanggal Dua Desember lalu, (Siripaiboon) memencet tombol ‘like’ pada gambar photoshop sang raja yang dibagikan kepada 608 teman Facebook miliknya,” ujar Kolonel Burin Thongrapai, pejabat legal untuk junta militer, seperti dikutip Metro.co.uk, Sabtu 12 Desember 2015.

“Thanakorn sekarang berada di bawah pengamanan militer, kondisinya sejauh ini baik dan dalam keadaan sehat,” klaim juru bicara Junta Militer.

Sementara itu, Juru Bicara Human Rights Watch Asia, Brad Adams, meyakini Thanakorn ‘dijemput’ tentara karena aktif mengkritik dugaan korupsi pemerintah, bukan karena foto yang dianggap menghina raja tersebut. Salah satu foto yang banyak dibagikan di FB montir itu adalah grafik aliran uang pembangunan Taman Rajabhakti di Ibu Kota Bangkok, yang diduga melibatkan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.

“Kami khawatir nasib Thanakorn akan berakhir buruk. Dua orang pengkritik pemerintah lainnya sebelum ini ditemukan tewas di tahanan,” kata Adams. Hukuman berlebihan pada tersangka penghina keluarga kerajaan seperti ini merupakan praktik yang biasa terjadi, sejak militer mengkudeta pemerintah tahun lalu. “Kami bahkan tidak tahu dia ditahan di penjara mana,” kata juru bicara tim pengacara HAM Thailand.

loading...