Hayriantira (Rian) Sekretaris Dirut XL Tewas Dibunuh Kekasihnya

Hayriantira-alias-Rian

Setelah 9 bulan tidak diketahui keberadaannya, mantan asisten presiden direktur XL, Hayriantira (37) akhirnya terkuak. Wanita yang akrab disapa Rian itu ternyata tewas dibunuh oleh kekasihnya bernama Andy Wahyudi (38) di sebuah hotel di wilayah Jawa Barat. “Korban dibunuh pacarnya dan pelaku sudah ditangkap,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Khrisna Murti, dikutip dari Rimanews, Kamis 6 Agustus 2015.

Namun, Khrisna enggan menjelaskan secara rinci kronologi pembunuhan ibu dua anak itu. “Pelakunya teman dekat korban,” kata Khrisna. Sebelumnya, Rian dilaporkan hilang sejak November 2014. Namun, keluarga baru melaporkan kasus hilangnya Rian pada April 2015. Rian memulai karier di XL Axiata sejak 2001 hingga 2014. Jabatan terakhir Rian di XL adalah Bussiness Assistant CEO. Sebagai asisten CEO XL Axiata yang saat itu dijabat Hasnul Suhaimi, Rian bertanggung jawab mengatur jadwal aktivitas CEO.

Sebelum berkarir di XL Axiata, Rian mengenyam pendidikan di Politeknik Univeristas Indonesia (1996-1999), Perbanas (2000-2002). Berdasarkan akun LinkedIn, Rian tercatat masih berstatus sebagai mahasiswa progaram S-2 di IPMI International Business School. Dia mengambil program magister sejak tahun 2014.

Baca:   Tragis, Ibu Ini Tewas Ditembak Anaknya Yang Baru Berumur 3 Tahun

Kronologis Terbongkarnya Kasus Pembunuhan Rian (Hayriantira 37 Tahun)

Tak mudah bagi polisi untuk membongkar pembunuhan Rian yang terjadi sembilan bulan lalu. Kasus ini terungkap setelah polisi menemukan mobil korban di rumah teman dekatnya beberapa waktu lalu. Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula pada keterangan keluarga korban yang mengatakan kalau Rian memiliki teman dekat bernama Andy Wahyudi (AW) yang belakangan diketahui sebagai pembunuh korban.

Teman dekat Rian ini diketahui bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan di Jatibening, Bekasi. Mendapat informasi tersebut, polisi menyambangi rumah AW untuk dimintai keterangan. “Saat ke rumahnya AW, kami melihat ada mobil korban di rumahnya,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, dikutip dari Okezone.com. Setelah itu, penyidik dan keluarga menanyakan ke AW perihal keberadaan Rian. Pelaku mengelak tidak mengetahui keberadaan korban kendati mobil tersebut ada di rumahnya.

Baca:   Bendera Merah Putih terpasang terbalik, wartawan ditawari uang Rp 2 juta

Setelah didesak di mana mobil tersebut dibeli, polisi bergerak ke showroom di kawasan Depok. Ketika di cek, ternyata BPKB mobil tersebut sudah diambil oleh AW dengan menggunakan surat kuasa yang ternyata palsu. Dalam pemeriksaan AW mulanya tidak mengaku membunuh Rian. Pengakuan baru disampaikan pada pertengahan Juli 2015. Tersangka AW mengaku, membunuh Rian sembilan bulan lalu atau sekitar Oktober 2014.

“Tersangka akhirnya mengaku telah membunuh korban di Hotel Cipaganti di Garut, Jawa Barat pada 30 Oktober 2014. Polisi kemudian mengecek ke Polres Garut apakah ada penemuan mayat di hotel tersebut pada tanggal tersebut dan ternyata memang ada,” tuturnya.