Heboh, Curahan Hati Pengusaha Istrinya Nikah Diam-Diam dan Punya Anak 4

Nikah Diam-Diam

Sebuah video curahan hati seorang pria bernama Yanto (bukan nama asli) yang mengisahkan istrinya nikah diam-diam hingga punya anak, bikin heboh dunia maya. Saat tulisan ini dimuat, video tersebut sudah dilihat oleh 600.000 kali dengan komentar hampir 8000 orang. Dalam video tersebut, Yanto mengaku berasal dari Jawa Barat dan memiliki kios di Tanah Abang, Jakarta. Yanto menikah pada awal Maret 1995. Setela menikah, dia langsung pindah ke rumah baru. Namun, Yanto hanya pulang pada Jumat sampai Minggu. Sebab, dia harus mengurus usahanya di Tanah Abang pada hari Senin hingga Jumat.

Namun, karena Yanto jarang pulang ke rumah, istrinya selingkuh di belakang. Bahkan, istri Yanto menikah dengan pria yang dikenalnya lewat media sosial Facebook. Tak hanya itu, istri Yanto telah memiliki anak dari hubungan gelapnya dengan pria tersebut. Kisah nyata menyayat hati yang dialami Yanto dibuat dalam bentuk video. Namun, tidak ada suara dalam video tersebut. Yang ada hanya tulisan mengisahkan kehidupan Yanto menjalani biduk rumah tangga dengan sang istri.

Berikut ini kisah lengkap Yanto:

…Beberapa lama kemudian, dia keluar dan menyerahkan sesuatu pada ibunya dan ibunya pun pulang diantar istriku. Kulihat ada rasa was-was di wajahnya yang dia sembunyikan. Aku merasakan bahwa telah terjadi sesuatu dengan istriku. Sepulang, dia dari mengantarkan ibunya pun, aku rasakan ada hal aneh pada dirinya. Dia tiba-tiba dingin, padahal itu bukanlah karakternya dan menghadapi aku pun sepertinya dia canggung.

Maka karena rasa penasaranku yang amat sangat, maka sore itu kutanyakan pada dia ada apa sesungguhnya yang terjadi. Yang membuat aku sangat aneh, dengan pertanyaan ringan itu saja istriku malah marah bukan kepalang. Dia menuduhku bahwa aku punya simpanan. Dia juga menuduh aku sering bermain dengan wanita lain di pub-pub dan seabrek tuduhan lainnya yang dia lontarkan padaku. Dia bilang aku suka menjelek-jelekan dia di depan kawan-kawanku dan mau menceraikannya. Tuduhan itu sangat tidak mendasar, dan satupun rasanya belum dan tak mungkin aku lakukan.

Bukan maksud riya atau lainnya, kalau ‘bermesraan’ dengan sang khaliq melalui Qiyamullail di sepertiga malam, memang itulah yang selalu ku lakukan, baik di Jakarta maupun di kampung. Setelah dia menuduh dan menumpat-umpatku, dia berlari ke dalam kamar dan menangis sejadi-jadinya. Aku dibuat kaget, namun aku segera mengendalikan keadaan. Aku merasakan bahwa masalah serius sedang menghadangku. Ku ketuk pintu kamar, namun tidak digubrisnya sama sekali. Aku merasa ini perlu orang yang menengahi kami.

Baca:   Pria Wajib Baca, Cara Pintar Wanita Selingkuh dari Pasangannya

segera kutelpon bapak dan ibu mertuaku. Tak lama kemudian mereka datang. Akhirnya setelah dibujuk oleh bapaknya, istriku keluar juga dari kamarnya dan langsung menghambur ke ibunya. Melihat itu semua, ibunya menangis. Aku tak enak hati juga. Bapak mertuaku memojokkanku dan mengatakan nyaris sama dengan apa yang di katakan isteriku. Dengan sedikit amarah dan untunglah masih bisa menguasai keadaan, aku beberkan semua apa yang aku lihat dan telah di perbuat istriku.

Kutelpon juga sang sopir istriku, demi mendengar apa yang aku beberkan. Aku tanyakan pada isteriku. Akhirnya isteriku mengakui juga semua perbuatannya, setelah sebelumnya aku ancam akan memperkarakan mereka di pengadilan. Demi mendengar pengakuannya, bagaikan disambar petir di siang bolong antara percaya dan tidak. Dia mengatakan bahwa dia telah menikah dengan lelaki yang ada di foto itu. Dia pun mengakui bahwa anak yang nomor 3 dan yang nomor 4 (masih dalam kandungan) adalah buah dari hasil perkawinan gelapnya.

Adapun pengakuan bapaknya yang telah berani menikahkan dia karena merasa iba anaknya telah disiksa bathinnya oleh tingkahku yang mempunyai istri simpanan dan selalu bermain perempuan selama di Jakarta serta selalu menjelek-jelekan dia dan beberapa kali mau menceraikan anaknya. Namun, Alhamdulillah, Insya Allah, na’udzubillahi mindzalik, apa yang dituduhkan itu tidak ada satu pun yang saya lakukan. Hampir saja saya meraih pedang samurai yang menggantung di kamar. Seandainya saya tak berpikir anak saya bagaimana dan mengapa saya harus mengotori tangan saya dengan meladeni kebejatan mereka.

Sempat juga saya berpikir akan membawa kasus ini ke jalur hukum. Namun saya tak mau hati saya tambah sakit dan mengurusi hal nista seperti itu. Malam itu juga istri saya usir dari rumah. Paginya saya hubungi pengacara terbaik di kota saya untuk mengurus peceraian saya. Memang hati saya teramat sakit, bahkan lebih sakit dari apapun. Namun saya terima ini sebagai cobaan dari Allah swt. Sudah lima tahun kejadian ini terjadi, namun sakitnya di hati ini tak mau sirna. Sebagai kepala rumah tangga, begitu terhinanya saya. Saya sadar bahwa ini taqdir Allah swt, tapi mengapa istri dan mertua laki-laki begitu tega berbuat itu dan memfitnah saya.

Baca:   Hanya Dalam 2 Hari, Wanita Ini Mampu Hasilkan Uang Rp 20 Juta

Dimata istri saya, saya mungkin dianggap seonggok sampah yang tiada guna dan dengan mudahnya dengan alasan tak jelas telah berbuat sehina itu. Seandainya dia meminta saya untuk menceraikannya dahulu, baru menikah lagi, hal itu mungkin tidak akan terlalu membuat saya begitu sakit hati. Tapi ini??? Ya Allahu…..Ya karim….Ibu saya selalu menanyakan alasan mengapa kami bercerai? Aku hanya jawab sudah tidak ada kecocokan. Itu yang selalu ku katakan pada ibu saya. Saya tak mau ibu saya hatinya terluka.

Saya tak habis pikir mengapa istri saya dengan begitu mudahnya, menghianati saya dengan seseorang yang baru dia kenal. Itu pun dikenalnya hanya dari Facebook. Saya tak menyangka Facebook menjadi syariat hancurnya kehidupan rumah tangga saya. Seandainya dari dulu saya belajar bermain Facebook, mungkin saya bisa mengontrol lebih dini tingkah laku istri saya. Bagi saya, facebook tidak ada manfaatnya. Hanya menghabiskan waktu percuma sehingga ketika istri saya menawari saya untu main Facebook, sama sekali tak tertarik dan memang saya tak bisa memainkannya.

Namun setelah saya pelajari, memang peluang perselingkuhan begitu besar di facebook. Karena ada dukungan beberapa fitur rahasia, seperti inbox dan setelah di inbox bisa saling tukar nope. Yah, sebuah perangkap syetan. Lima tahun kejadian itu berlalu. Saya seakan merasakan traumatik yang berkepanjangan untuk kembali berumah tangga. Saya lebih suka mengasingkan diri di sebuah pondok pesantren di lereng gunung ini. Semua kios saya serahkan pada orang-orang kepercayaan saya. Mungkin ini teguran Allah swt agar saya tak boleh selalu terpaku pada dunia.

Kabar terakhir dari mantan istri saya adalah mereka cuma bertahan selama 7 bulan berumah tangga. Mereka bercerai dan mantan istriku tinggal di RS Jiwa di Bogo. Kedua anaknya dititipkan di sebuah panti asuhan. Sementara ibunya (Ibu mertua saya) meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya. Mungkin juga beban pikiran sehingga kondisi kesehatan beliau semakin melemah. Masih kuingat ketika terakhir kali beliau mengatakan sangat sakit hati atas perlakuan anak dan suaminya terhadap saya. Namun apalah hendak dikata, nasi sudah menjadi bubur.

Maka saya pun mencari bumbu buat memperenak ‘rasa’ bubur itu karena saya yakin di balik setiap musibah pasti ada hikmahnya. Saya hanya ingin kedua anak saya menjadi anak yang shalih dan shalihah. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunannya.

Wassal-amu’alaikum wr.wb