Heboh! Muncul Situs Pendeteksi Kematian, Siapa Berani Coba?

situs-pendeteksi-kematian

Mati dan hidup seseorang ada ditangan Tuhan. Tapi bagaimana jika ada situs yang mampu mendeteksi umur hidup seseorang? Wah! Tentu ini berita yang sangat menghebohkan. Baru-baru ini peneliti dari Swedia mengaku telah menemukan cara untuk memprediksi risiko seseorang meninggal dunia dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Cara mengetahuinya dengan mengisi kuesioner sederhana yang sudah disediakan dalam situs tersebut.

Tes tersebut dapat dilakukan secara online dengan mengunjungi situs Ubble.co.uk. Jika tertarik mencobanya, akan disediakan 11 pertanyaan untuk pria dan 13 pertanyaan bagi wanita. Tim dokter mengklaim bahwa tingkat keakuratan dari tes tersebut sebesar 80 persen. Pertanyaan meliputi berapa banyak mobil atau van yang tersedia untuk rumah tangga Anda? Apakah Anda merokok?  Apakah dokter pernah mengatakan bahwa Anda memiliki kanker? Bagaimana Anda menggambarkan kecepatan berjalan normal? Berapa banyak orang tinggal di rumah Anda?

Para peneliti juga menemukan bahwa self-assessment kesehatan terbukti menjadi indikator yang paling akurat atas kemungkinan pria akan meninggal dunia. Sedangkan diagnosis kanker paling akurat untuk wanita. Kebiasaan merokok ditemukan menjadi cara terbaik untuk menilai apakah seseorang akan mati setelah beberapa penyakit dan gangguan disebabkan kebiasaan buruk tersebut. Baca juga [Cantik-Cantik, Lima Artis Ini Ternyata Doyan Makan Jengkol]

“Fakta bahwa skor dapat diukur secara online pada kuesioner singkat tanpa memerlukan tes laboratorium atau pemeriksaan fisik merupakan perkembangan menarik,” kata Dr Erik Ingelsson, yang terlibat dalam penelitian, seperti yang dilansir Sky News dan dikutip dari Tempo.co pada 5 Juni 2015. Baca juga [Demi Kesehatan, Pasutri Ini Habiskan Rp 900 Juta per Tahun Untuk Kebugaran Tubuh]

“Kami berharap bahwa skor kami akhirnya memungkinkan dokter untuk cepat dan mudah mengidentifikasi pasien berisiko tertinggi mereka. Tentu saja skor memiliki tingkat ketidakpastian dan tidak harus dilihat sebagai prediksi deterministik,” kata Dr Andrea Ganna dari Karolinska Institutet, Universitas Swedia

loading...