Hindari hal ini jika kamu tidak mau jatuh miskin

tabungan

Semua orang ingin jadi kaya dan punya finansial yang baik. Dengan kemampuan finasial yang cukup, banyak hal yang bisa kamu lakukan. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup kamu, tapi juga punya kesempatan untuk membantu orang lain yang punya kesulitan keuangan atau ekonomi. Sayangnya, untuk jadi kaya atau mapan, cukup sulit untuk mencapainya. Banyak hal yang perlu dilakukan untuk meraihnya.

Salah satunya adalah dengan memulai dan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang membuat kamu semakin jauh mencapai kemapanan secara finansial. Apa saja yang harus kamu hindari agar bisa cepat kaya? Simak tips berikut ini seperti yang dikutip dari laman Liputan6.com, Selasa 10 November 2015. Nah, semoga saja artikel ini bisa membuat kamu bisa lebih baik lagi dalam mengatur keuangan agar bisa cepat kaya, ya.

1. Berhutang
Berhutang bukanlah hal yang salah bagi kamu yang mapan secara finansial, apalagi jika kamu berutang untuk hal-hal produktif, seperti KPR atau modal usaha karena hal-hal tersebut memang sulit dihindari. Beda halnya dengan hutang yang tidak perlu, seperti hutang kartu kredit. Banyak orang yang akhirnya terlilit hutang kartu kredit yang akhirnya malah membuatnya kehilangan barang berharga.

Baca:   4 Cara Hidup Hemat Ala Bos Facebook, Anda Yang Kaya Pasti Malu Mengetahuinya

Bahkan, tidak menutup kemungkinan kehilangan rumah jika hutang kartu kredit telah melampaui kemampuan membayar kamu. Maka dari itu lakukan pertimbangan yang matang sebelum kamu mengajukan hutang. Sesuaikan kemampuan bayar dengan kebutuhan yang kamu hadapi.

2. Tak menyisihkan gaji untuk tabungan
Tabunglah apa yang kamu dapat. Cara lain menghargai usaha atau kerja kerasmu selama ini adalah dengan menyimpannya sebagian. Tahukah kamu, berbeda dengan kebiasaan masyarakat yang menabung uang sisa setiap bulannya. Orang-orang yang mapan dari segi finansial terbiasa menyisihkan sebagian besar uang untuk didapatnya, lalu menggunakan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari.

Mereka mampu menahan diri untuk tidak mengutak-atik dana simpanan mereka. Jadi ada baiknya jika kamu berlaku seperti kebanyakan orang-orang mapan secara finansial lainnya.

3. Sering membeli makan di luar
Alih-alih tidak mau repot dan membeli makan siang di luarkamu malah menjadi lebih boros. Makan masakan rumah adalah salah satu cara yang dapat kamu lakukan. Selain lebih sehat, kamu bisa menyisihkan uang yang miliki untuk keperluan lain yang lebih penting. Untuk menghindari kebosanan dan mencegah kamu memesan makanan di restoran cobalah membuat daftar menu mingguan.

Baca:   7 Hal Yang sering Membuat Wanita Membenci dirinya Sendiri

Segi positifnya adalah selain kamu dapat berhemat, kamu juga dapat mengasah kemampuan memasak serta kreativitas kamu dalam mengolah bahan masakan.

4. Membeli tanpa pertimbangan
Ini yang sering terjadi. Sering kali kita tidak dapat membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Diskon yang besar sering kali menjadi godaan saat kamu berbelanja. Akhirnya membuat kamu sering kali mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sebenarnya tidak kamu butuhkan. Pertimbangkan lagi sebelum membeli, apakah kamu benar-benar membutuhkan barang itu atau tidak. Belajar menahan diri untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak kamu butuhkan.

5. Menggunakan ATM untuk berbelanja
Praktis, alasan setiap orang lebih suka menggunakan kartu ATM dibandingkan dengan uang tunai. Namun sering kali hal ini pula yang membuat kita terlena membelanjakan tanpa memperhitungkan berapa banyak yang telah kita keluarkan. Lebih baik gunakanlah dana tunai untuk belanja. Dengan begitu, kamu dapat meminalisasi uang yang kamu belanjakan karena terbatasnya uang tunai yang kamu miliki dibandingkan dengan uang di ATM.

Baca:   5 Fakta Selingkuh Yang Belum Kamu Ketahui, Ternyata Diluar Dugaan

6. Tidak memiliki dana darurat
Menurut ahli keuangan, untuk menutup keperluan darurat kamu mesti punya dana senilai enam bulan gaji. Misalkan kamu atau anggota keluargamu sakit atau terkena musibah, di sinilah fungsi dana darurat berperan. Jangan sampai ketika hal itu terjadi kamu tidak mempunya dana yang cukup untuk menutupinya. Walhasil, malah membuat kamu harus berhutang.

7. Tidak mempunyai rencana keuangan yang matang
Sama seperti mencatat dan memiliki dana darurat, merencanakan keuangan secara matang akan membantu kamu mencapai apa yang kamu inginkan. Misalkan tiga tahun ke depan kamu ingin membeli mobil. Dengan perencanaan uang yang matang, kamu akan tahu berapa alokasi dana yang kamu butuhkan setiap bulannya untuk dapat mencapainya.

Tidak hanya itu dengan mempunyai perencanaan yang matang dapat membantu kamu lebih disiplin dalam menggunakan uang yang kamu dapatkan.

loading...