Ikut jalur independen, PDI-P sebut Ahok didukung 5 konglomerat

Hendrawan-supratikno

Pilgub DKI Jakarta 2017 masih 1 tahun lagi. Namun, sebelum hari itu tiba, suhu politik kini justru sudah mulai memanas. Apa lagi setelah Ahok dengan tegas mengatakan akan meju di Plgub DKI melalui jalur independen. Meski tanpa dukungan Parpol, kelompok relawan pendukung Ahok, Teman Ahok, secara masif melakukan pengumpulan KTP warga Jakarta dengan membuka booth di sejumlah Mal.

Mengenai hal ini, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyebut, Ahok telah dibiayai oleh sejumlah pengusaha kaya raya untuk penggalangan dukungannya di Pilgub DKI 2017 mendatang. “Kami kagum sponsornya luar biasa. Saya dengar ada lima konglomerat di belakang Ahok. Ya sponsornya kuat,” kata Hendrawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/03/2016).

Baca:   Ahok: Seandainya Saya diizinkan Masuk Masjid, Saya Bisa Juara MTQ

Hendrawan menambahkan, saat ini para konglomerat itu telah beralih mendukung calon perorangan bukan kepada Parpol seperti pemilihan kepala daerah sebelumnya. “Ya sekarang konglomerat-konglomerat memilih individu untuk didukung besar-besaran, kalau tadinya kan ke parpol,” ujarnya, dilansir dari Rimanews.com, Kamis (17/3/2016).

Anggota Komisi XI ini berpendapat, Ahok tidak dapat dikatakan maju sebagai calon independen karena telah didukung lima konglomerat untuk pembiayaan Pilgub DKI. “Ya dari sponsor tidak independen. Bagaimana booth di mal-mal itu begitu hebat formulirnya. itu kalau gak ada sponsor, dari mana duitnya? dari langit?” tegasnya. Meski begitu, PDIP, kata dia, mengapresiasi kerja tim relawan, Teman Ahok, dengan menggalang suara dari masyarakat.

Baca:   Didukung 4 konglomerat, Ahmad Dhani yakin Ahok menang Pilkada DKI 2017

Namun, ia menghimbau kepada Ahok supaya jujur dan mau terbuka kepada publik tentang konglomerat yang membiayainya untuk Pilgub mendatang. “Ya kita menunggu. Perlu keterbukaaan. Ya dengan booth-booth dan dokumentasi mahal itu semua pasti ada yang bayar, dan kalau bisa disampaikan ke pubik,” katanya. Sayangnya, Hendrawan enggan membeberkan lima konglomerat yang membiayai Ahok.

“Ya sudah beredar luas. Dan sebagian lagi katanya jadi independen itu dari parpol karena banyak juga barisan sakit hati berkumpul disana,” tandasnya.