Imam besar Denmark desak pemerintah izinkan pernikahan dibawah umur

Imam besar denmark

Oussama El-Saadi, yang tidak lain adalah seorang imam besar di Denmark, meminta pemerintah untuk menyetujui adanya pernikahan dibawah umur antara sesama pengungsi. Munculnya ide Oussama tersebut dilandasi oleh banyaknya pengungsi di Denmark yang sudah berstatus sebagai seorang istri, walaupun usia mereka masih sangat muda atau masih dibawah golongan anak-anak.

“Kondisi ini harus dilihat dari perspektif yang berbeda,” ujar sang imam dikutip dari laman RT.com, Jumat (12/2/2016). “Ini merupakan situasi luar biasa, dan saya pikir kalian harus menjaga budaya seperti ini. Mereka menikah, dan meski usia mereka dua kali lebih muda dari batas orang yang akan menikah. Kita harus menerima ini, dan ini merupakan budaya yang berbeda. Kita tidak boleh menghancurkan kehidupan keluarga,” tuturnya.

Baca:   Guru wanita dibuih 2 tahun karena berhubungan badan dengan muridnya 50 kali

Menurutnya, pandangan ini dapat membawa keuntungan tersendiri seperti mengurangi kekerasan yang biasa terjadi di pos pengungsi. “Jika saja anak perempuan kalian yang masih di bawah umur diizinkan untuk menikah, maka kekerasan yang terjadi dapat berkurang karena dia telah menjadi seorang istri dari seseorang, yang mana keselamatannya lebih terlindungi oleh sang suami,” ungkapnya.

Baca:   Pengakuan Artis Yang Sembuh Setelah Berobat Ke UGB

Pandangan El-Saadi meletup setelah pemerintah Denmark mengumumkan akan memisahkan para pasutri di bawah umur, dilansir Merdeka.com. “Hal ini jelas tidak dapat diterima, dimana Denmark saat ini banyak menerima para pencari suaka yang telah memiliki pasangan yang masih di bawah umur dalam batas izin usia minimal menikah. Saya meminta agar pihak imigrasi segera menghentikan tindakan (pemisahan) tersebut,” pungkasnya.