Ingin penjarakan nabi Muhammad saw, Menteri Mesir dipecat

Ahmed-al-Zind

Gara-gara ingin memenjarakan nabi Muhammad Saw, Perdana Menteri Mesir Sharif Ismail memecat seorang menteri bernama Ahmed al-Zind. Menteri tersebut sebelumnya mengeluarkan pernyataan kontroversial yang mengatakan akan memenjarakan siapapun, termasuk nabi Muhammad saw sekalipun.

Dalam sebuah wawancara dengan Sada Al-Balad, Jumat, Ahmed al-Zind ditanya apakah ia akan memenjarakan seorang jurnalis yang telah mencemarkan nama baiknya. Zind dengan tegas mengatakan bahwa dirinya akan memenjarakan siapa saja. “Bahkan jika nabi sekalipun, shallallahu ‘alaihi wasallam,” ujar Zind.

Baca:   Pocong Gentayangan, Makam Paman Lambat Minta dibongkar

Menyadari apa yang baru saja dikatakannya, Zind langsung berhenti dan mengucapkan: “Astaghfirullah.” Ia lalu melanjutkan jawabannya dengan mengatakan bahwa siapapun “yang melakukan kesalahan, tak peduli identitasnya, bahkan hakim” akan dipenjara jika terbukti bersalah, dikutip Rimanews.com, Senin (14/302016).

Pernyataan Zind memancing kemarahan warga yang memberikan reaksi keras di media sosial. Universitas al-Azhar bahkan memberikan peringatan. “Siapa saja yang terlibat dalam diskusi publik harus menghormati nama Nabi,” kata Al-Azhar dalam sebuah pernyataan tanpa menyebut Zind. “Dia tidak boleh dijadikan objek hinaan, bahkan bila tak disengaja sekalipun.”

Baca:   Parah! Di negara ini tentara diperbolehkan memperkosa sebagai upah

Warga Mesir yang marah atas pernyataan Zind membanjiri Twitter dengan hashtag “penjarakan Zind”, yang Januari lalu juga sempat membuat aktivis HAM geram setelah menyerukan “pembantaian” pendukung Ikhwanul Muslimin. Dalam wawancara dengan CBC sehari setelahnya, Zind membela diri dan mengaku bahwa dirinya telah “kepeleset lidah”, demikian sebagaimana dikutip dari Al Arabiya.

Baca:   5 Tahun Selingkuh, Selingkuhan Istri PNS Kepergok di Toilet Setelah 3 Hari Terkurung
loading...