Ini alasan kenapa Kawasaki tidak mau ke MotoGP

Kawasaki

Pada musim balap 2003 hingga 2008, pabrikan Kawasaki pernah ikut meramaikan MotoGP. Sayang, krisis keuangan telah membuat pabrikan asal Jepang itu harus mundur secara perlahan dari ajang balap motor paling bergengsi di dunia itu. Pada musim balap 2009, Kawasaki tinggal menyisahkan satu pembalap, yakni Marco Melandri yang kemudian pada tahun 2010 Kawasaki secara total berhenti dari MotoGP.

Marco Melandri akhirnya pindah ke Honda dan Kawasaki lebih memilih untuk fokus hanya fokus hanya pada Kejuaraan Dunia Superbike (SBK). Kawasaki pun membuktikan fokusnya di SBK. Dua pebalap mereka, Tom Sykes (30) dan Jonathan Rea (28) berjaya menjadi juara 2013 dan 2015. Lalu apakah tak ada niat kembali ke MotoGP seperti halnya Suzuki dan Aprilia mulai musim 2016?

Baca:   Valentino Rossi Finish Depan Marc Marquez, Iannone Juara MotoGP Austria

Jawabannya adalah tidak. Kawasaki tidak cukup punya sumber daya untuk bersaing di MotoGP. Dilansir Motorsport, yang dikutip dari Beritagar.id, MotoGP disebut terlalu mahal bagi Kawasaki. “Pabrikan lain menjual motor lebih banyak dari kami. Bagi mereka, investasi di MotoGP hanya senilai satu persen dari penjualan motor mereka,” ujar Direktur Kawasaki World Superbike, Ichiro Yoda, kepada Riders Mag.

Baca:   Potong Jalur, Rossi Juara MotoGP Belanda

MotoGP dan SBK memang berbeda. MotoGP menggunakan motor prototipe, salah satunya menerapkan Seamless Shift Gearbox (SSG) yang lebih berdaya guna dibanding kotak gir konvensional. Untuk diketahui, SSG lebih awal digunakan mobil Formula 1. Di MotoGP, menurut Motorbiketimes, SSG mampu memangkas durasi perubahan gir.

Pada 2011, durasi rata-rata perubahan gir motor Honda adalah delapan milidetik. Bandingkan dengan Yamaha (27 milidetik) dan Ducati (42 milidetik) yang menggunakan kotak gir konvensional. “Kami tak mungkin menerapkan SSG di motor massal, terlalu mahal dan tak patut,” ujar Yoda. Tapi Kawasaki mengajukan syarat untuk kembali ke MotoGP. Yakni, selama Dorna, penyelenggara MotoGP, mengubah filosofi dan membuat peraturan lebih terbuka.

loading...