Ini dia batu akik yang pamornya lagi naik daun

batu-akik-bulu-macan

Batu akik bulu macan sedang lagi naik daun dan banyak dicari oleh kolektor batu akik. Batu akik yang berasal dari sekitar wilayah Lumajang, Jawa Timur, menjadi buruan karena keberadaannya yang termasuk langka dan juga unik. Bahkan karena keunikannya, batu akik bulu macan disebut-sebut bisa menambah kesan gagah dan juga berwibawa bagi penggunanya.

Ada beberapa faktor yang menjadikan batu akik bulu macan Lumajang lebih istimewa jika dibandingkan dengan batuan lainnya seperti batu bacan, pancawarna, dan black opal lain-lain. Corak dan motif yang menyerupai bulu macan memberikan kesan tangguh dan berwibawa kepada pemakainya.

“Keunikannya dari sudut pandangnya yang tiga dimensi. Jadi, dilihat dari sisi atas, bawah, kanan samping, bulunya seperti bergerak-gerak di dalam air. Efek holografisnya tidak dimiliki batu akik lain. Bahkan, tidak ada batu dari negara lain yang seperti ini,” ujar Anang Musdianto, pemilik Anank Man Gemstone dari Lumajang, kemarin (11/10/2015).

Baca:   Warga Madura temukan bongkahan batu akik bermotif batik

Dia menilai setiap batu memiliki corak dan motif yang berbeda. Namun, batu-batu seperti bacan kelas super biasanya memiliki corak dan motif yang sama. Sementara itu, untuk batu bulu macan kelas super, corak dan motifnya pasti berbeda. “Setiap batu bulu macan itu only one in the world. Enggak ada yang sama,” katanya, dikutip dari Sumseks.co.id, Selasa 13/10/2015.

Batu bulu macan berwarna cokelat muda keemasan dengan sedikit variasi kehitam-hitaman. Bahkan, ada yang bermotif serat loreng seperti bulu macan loreng. Corak batu bulu macan Lumajang itu sangat mirip dengan batu bulu monyet. Tapi, Anang menilai perbedaannya cukup mencolok. “Kalau bulu monyet, tidak bisa tiga dimensi,” tuturnya.

Baca:   Pasar sepi, Harga batu akik Bacan dan Kalimaya tetap tinggi

Artinya, batu bulu monyet tidak bisa memberikan efek holografis seolah bulunya bergerak-gerak tertiup angin seperti halnya bulu macan. Dari sisi warna, bulu macan identik dengan cokelat keemasan, sedangkan bulu monyet kehijau-hijauan. “Batu bulu macan tidak bisa ditemukan di tempat lain, kecuali Lumajang,” tegasnya.

Penambangan batu akik jenis itu banyak dilakukan di Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto. Namun, karena lokasi penambangan berada di area pabrik gula Jatiroto, saat ini penambangan tidak diperbolehkan lagi oleh pemilik lahan. “Akibatnya, penambangan banyak beralih ke sungai-sungai, bahkan rumah-rumah penduduk sekitar,” tuturnya.

Tidak tanggung-tanggung, banyak warga yang menggali tanah pekarangannya. Mereka berharap bisa menemukan sedikit batu jenis bulu macan. Bagi yang tidak memiliki pekarangan, dapur dan ruang tamu pun sekarang digali.