Ini Pengakuan ‘Imam Mahdi’ Asal Indonesia yang ditahan Arab Saudi

imam-mahdi

KJRI Jeddah, Arab Saudi, sudah menemui 10 dari total 11 orang Warga Negara Indonesia yang ditahan oleh pihak otoritas Arab Saudi karena sholat ed di hari yang berbeda pada saat indul fitri lalu. Dalam pertemuan itu, KJRI berhasil mendapatkan pengakuan dari Zubair Abdullah, sosok yang disebut Imam Mahdi oleh oleh WNI tersebut.

Sementara itu, menurut kakak kandung Zubair Abdullah, Harmain Amir Abdullah, adiknya itu sebenarnya dalam keadaan terpaksa mengaku sebagai Imam Mahdi. “Dalam pemahaman mereka, siapapun yang memberi petunjuk dalam beragama disebut Mahdi, artinya Mahdi adalah pemberi petunjuk,” demikian keterangan tertulis KJRI Jeddah yang diterima dikutip dari Sindonews, Senin 4 Agustus 2015.

“Selama ini, Zubair tidak pernah menyebut dirinya sebagai Imam Mahdi, tetapi pengikutnya yang meyakini bahwa yang bersangkutan adalah Imam Mahdi,” lanjut KJRI.

Ada 11 WNI yang ditangkap dan ditahan otoritas Saudi, gara-gara menjalankan salat Idul Fitri di hari yang berbeda dengan pelaksanaan salat Ied di wilayah setempat. Mereka adalah Zubir Amir Abdullah, Ismelda Harfianti Lubis, Kharmain Amir Abdullah, Rahmat Abdullah Makki Al Malik, Rakhmat Syawal Lubis, Rudi Aulia Usman Arif, Muhammad Zainullah Wahid, Muhammad Idris Ruslan, Muhammad Lubis,  Joko Handoko Marore, dan Jamsah Binti Jamin.

Dua anggota rombongan WNI, yakni Joko Handoko dan Hariyanto Lubis diketahui berstatus mukimin. “Hariyanto masuk Arab Saudi dengan visa ziarah, sementara Joko dgn visa kerja bersama majikannya di Najran,” sambung keterangan KJRI. KJRI juga mengungkap teka-teki pakaian hitam yang jadi seragam para rombongan WNI itu.

“’Mengenai seragam hitam, mereka sampaikan bahwa pakaian itu adalah seragam yang jamak, yang mereka gunakan di setiap hari raya dan hari penting,” imbuh KJRI.

loading...