Ini Pengakuan Mengejutkan Bomber Gereja Santo Yosep Medan

Bomber-medan

Polisi akhirnya berhasil mendapatkan beberapa informasi penting dari Ivan Armadi Hasugian, bomber Gereja Santo Yosep, Medan, yang dirawat di rumah sakit. Ia kini dalam keadaan terluka akibat bom yang meledak dari ransel yang dibawanya.

Dalam pemeriksaan sementara, pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 22 Oktober 1998 ini mengaku disuruh orang tak dikenal untuk melancarkan bom bunuh diri di tengah-tengah jemaat gereja.

Baca:   Apakah 3 Orang Ini 'Penumpang Gelap' Yang dimaksud Oleh Megawati?

“Pelaku menerangkan dia hanya disuruh orang yang ketemu di jalan untuk melakukan peledakan,” kata Karopenmas Polri Brigjen Agus Rianto di Jakarta, dikutip dari liputan6.com, Senin (29/8/2016).

Agus menegaskan, tentu jawaban IAH tidak serta-merta ditelan penyidik. Sebab setiap pelaku kejahatan otomatis akan berusaha melindungi dan melepaskan dirinya dari segala tuduhan.

Saat ini, Agus melanjutkan, penyidik tengah mendalami profil Ivan. Rumah Ivan yang beralamat di Jalan Setiabudi, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang digeledah polisi. “Apakah masih ada bahan diduga bom maupun peralatan atau amunisi untuk merakit bom yang masih tersisa. Ini dalam rangka pengumpulan alat bukti,” Agus menjelaskan.

Baca:   Identitas Bomber Gereja Santo Yosep Medan Terungkap, Ini Wajahnya
loading...