Ini sejumlah pertanyaan penting saat kencan pertama

kencan-pertama

Bagi sebagian orang, atau bahkan kebanyakan orang akan merasa berdebar ketika melakukan kencan pertama. Namun, agar kencan berjalan lancar, sebaiknya singkirkan dulu rasa berdebar dan atur strategi dengan cara mempersiapkan sejumlah pertanyaan yang akan kamu lontarkan kepada lawan bicara kamu.

Nah, dari jawaban yang dia berikan, kamu bisa menentukan apakah dia adalah orang yang tepat buat kamu. Dikutip dari Beritagar.id, berikut rangkuman pertanyaan dari psikolog Diana Kirschner, Ph.D yang dilansir oleh Women’s Health.

  • Apakah kamu suka bertualang? Salah satu penanda terbesar kompatibilitas pasangan adalah batas spontanitas. Idealnya, kata Kirschner, kamu menginginkan seseorang dengan level spontanitas yang sama. Kompromi bisa jadi jalan tengah. Walau tentu akan sedikit lebih sulit.
  • Dalam hidup, kamu paling bersyukur atas apa? Pertanyaan ini dapat mengungkap sistem nilai yang dianut si dia. Cocokkah dengan nilai-nilai kamu. Contoh: orang yang bersyukur atas karunia teman-teman baik tentu berbeda dengan orang yang bahagia karena dipromosikan naik jabatan.
  • Apa hal terbaik dan terburuk dari masa kecilmu? Tanyakan hal ini setelah kamu merasa situasi tak canggung lagi. Juga setelah kamu berbagi kisah tentang diri sendiri. Mengetahui cerita di balik masa kecilnya bisa jadi petunjuk cara pandangnya terhadap suatu hubungan. Jika masa kecilnya kurang menyenangkan, bukan berarti Ia bermasalah. Namun jadikan itu sebagai tanda agar kamu waspada.
  • Jika kamu bisa memiliki apapun, seperti apa hidup impianmu? Kamu dapat menyamakan visi masa depan. Apakah ia orang yang berjiwa bebas, berorientasi pada keluarga, atau tak mau menikah muda?

Kamu butuh panduan yang lebih rinci seputar obrolan di kencan pertama kamu? Style Caster punya panduan lengkap yang dibagi dalam 5 fase dibawah ini:

1. 10 menit pertama kencan adalah saatnya saling mengenal. Berbagi informasi dasar mengenai pekerjaan, latar belakang pendidikan, tempat tinggal, dan lain sebagainya.

2. Fase kedua adalah saat tepat untuk mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik. Lewat pertanyaan ini, kamu bisa tahu hal-hal yang ia suka dan tidak suka. Juga kesamaan yang kamu miliki dengannya.

3. Saat situasi tak canggung lagi, silakan menggali lebih dalam. Pertanyaan yang sifatnya lebih personal bisa dilancarkan. Misal, tentang keluarga dan masa depan.

4. Saat kamu masuk fase ke empat, artinya kamu merasa cocok. Pancing dia agar mengajak kamu kencan ke dua. Tak perlu sungkan bertanya, sibukkah pekan depan?

5. Fase terakhir rasanya kamu tak ingin kencan berakhir. Membaca gelagatnya merasakan hal yang sama? Silakan melanjutkan kencan.

loading...