Inikah bukti kuat yang bikin Jessica sebagai tersangka tewasnya Wayan Mirna?

jessica-kumala-wongso

Untuk menentapkan tersangka dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna, polisi dinilai punya bukti kuat untuk menjerat tersangka. Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia (UI) bidang psikologi sosial, Sarlito Wirawan Sarwono. Pada kamis 28 Januari 2016 lalu, Sarlito mendatangi Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan berkaitan dengan langkah penyidik menetapkan tersangka, bukan sebagai ahli yang pendapatnya akan ditungkan dalam BAP.

“Saya diperlihatkan bukti-bukti, dokumen, CCTV, hasil wawancara, supaya bukti-bukti itu tidak bisa dipatahkan di praperadilan nanti kalau tersangka menggugat statusnya,” kata Sarlito, dilansir laman Liputan6. Lalu, Anda yakin bukti itu kuat? “Bukti tersebut kuat untuk jerat tersangka,” kata Sarlito. Namun, Sarlito menolak merinci hasil pemeriksaan yang menguatkan Jessica sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna.

“Soal itu jangan ke saya, tanya saja polisinya,” ujar Sarlito. Begitu pula saat disinggung mengenai hasil tes psikologi yang dilakukan penyidik terhadap Jessica, Sarlito menolak merincinya. Jessica ditangkap di Hotel Neo, Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/1/2016) sekitar pukul 07.45 WIB. Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan, Jessica dijerat pasal pembunuhan berencana atau Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca:   9 Pembunuhan Sadis 2016, Eno dan Yuyun Paling Gempar

Penyidik saat ini memeriksa intensif Jessica. Polisi masih mempertimbangan untuk menahan Jessica 1×24 jam ke depan terhitung saat penangkapan. Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menolak merinci bukti-bukti apa saja yang meyakinkan penyidiknya untuk meningkatkan status Jessica dari saksi menjadi tersangka. Alasannya, ada kekhawatiran bila alat bukti tersebut diumbar dapat berakibat pada proses penyidikan pihaknya. Saat ini antara penyidik dan tersangka (juga pengacaranya) sedang mengalami pertempuran intelektual.

Baca:   Heboh, Pesawat Trigana Air yang jatuh di Papua mengangkut uang tunai Rp 6 miliar

“Dia (Jessica dan pengacara) memiliki strategi pembelaan. Dia tahu ini polisi buka apa nih. Kalau polisi buka ini, nanti pakai strategi ini untuk nutupin. Kemudian saya nggak ngomongin ini, saya counter itu namanya strategi pembelaan,” ujar Tito. Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengungkapkan, penetapan sebagai tersangka dan penangkapan Jessica berdasarkan alat bukti permulaan dan sejumlah alat bukti lainnya.

Krishna mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan 20 keterangan ahli dan akan ditambah 6. Dari alat bukti tersebut ada kesesuaian. Masih kata ‪Krishna, saat diperiksa sebagai saksi, keterangan Jessica berubah-ubah. Karena itu, penyidik kembali memeriksa Jessica dalam statusnya sebagai tersangka.